Dalam Al-Qur’an, Allah juga menjelaskan bahwa keberhasilan orang-orang beriman adalah ketika mereka mampu menyucikan jiwanya, yaitu termasuk menundukkan egonya Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syams ayat 9-10 yang berbunyi:
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams: 9–10)
Contoh Teladan dalam Mengalahkan Ego
Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan dalam kerendahan hati. Meski beliau adalah manusia paling mulia, namun tidak pernah merasa lebih tinggi dari orang lain. Dalam salah satu kisah, ketika seorang sahabat memanggil beliau dengan sebutan “tuan kami”, beliau bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi yang mana berbunyi:
"أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ وَلَا فَخْرَ"
Artinya: "Aku adalah pemimpin anak cucu Adam, namun aku tidak berbangga diri." (HR. Tirmidzi)
Begitu pula dalam peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah masuk ke kota Makkah dengan penuh kerendahan hati, menundukkan kepalanya, padahal beliau sedang dalam kemenangan besar. Ego beliau bukan saja ditundukkan, tapi telah dikalahkan oleh kekuatan iman dan kasih sayang.
BACA JUGA:Inilah Makna Filosofis di Balik Ibadah Kurban, Berikut Penjelasannya
Cara Menundukkan dan Mengorbankan Ego
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menundukkan ego:
1. Membiasakan introspeksi diri (muhasabah)
Evaluasi kesalahan dan kelemahan setiap hari agar tidak terjebak dalam pembenaran diri.
2. Meningkatkan ibadah dengan hati yang khusyuk
Shalat, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an mampu melunakkan hati dan merendahkan ego.
3. Menerima nasihat, meski dari orang yang lebih muda atau lebih rendah statusnya
Ini adalah latihan efektif untuk menumbuhkan tawadhu’.
4. Memohon pertolongan Allah agar dijauhkan dari kesombongan