Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang berbunyi:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Artinya: "Seorang Muslim adalah orang yang Muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)
Dalam Al-Qur'an Surat Al-Isra: 53, Allah SWT berpesan yang mana berbunyi:
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
Artinya: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sesungguhnya setan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi Manusia."(QS Al-Isro: 53)
Di bulan yang penuh rahmat ini, menjaga perbuatan adalah bentuk konkret dari keimanan: menghindari maksiat, menahan amarah, membantu sesama, dan beramal saleh dengan ikhlas.
BACA JUGA:Jangan Biarkan Hati Kembali Lalai Setelah Syawal
Tambahan Dalil dan Keutamaan Dzulqa’dah
Bulan Dzulqa’dah adalah momentum istimewa yang menjadi salah satu waktu yang disiapkan Allah sebagai pintu menuju Dzulhijjah dan pelaksanaan ibadah haji. Maka tak heran jika para ulama menyebut bulan ini sebagai bulan persiapan ruhani dan evaluasi diri.
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR. Bukhari)
Meskipun Hadits ini menyebut Dzulhijjah, namun Dzulqa’dah adalah jalan persiapan menuju hari-hari itu. Maka menjaga hati, lisan, dan perbuatan di bulan Dzulqa’dah menjadi latihan penting.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa menjaga lisan dan perbuatan adalah cerminan dari ketakwaan. Bulan Dzulqa’dah menjadi momen pengingat agar kita memperbaiki komunikasi dan sikap sosial, memperbanyak amal saleh, serta menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan pada dosa.
Semoga dengan menjaga lisan dari ucapan sia-sia dan menjaga perbuatan dari kemaksiatan, kita bisa memanfaatkan bulan ini untuk memperkuat keimanan dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Mari jadikan Dzulqa’dah sebagai momentum introspeksi dan transformasi. Gunakan lisan untuk dzikir, doa, dan nasihat yang baik. Gunakan perbuatan untuk menebar manfaat dan menghindari kezaliman. Semoga Allah SWT memberi taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. (djl)