Menjaga Lisan dan Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah

Rabu 30-04-2025,11:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Reporter: Juli Irawan

Radarseluma.disway.id – Bulan Dzulqa’dah adalah bulan kesebelas dalam kalender hijriah. Ia termasuk salah satu dari empat bulan haram (الأشهر الحرم), yaitu bulan-bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kezaliman, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-taubah ayat 36 yang mana berbunyi: 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

BACA JUGA:Setelah Syawal: Ujian Sesungguhnya Baru Dimulai

Menjaga Lisan

Lisan adalah karunia Allah yang bisa menjadi jalan kebaikan atau sebab kebinasaan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi pengingat agar setiap perkataan kita membawa manfaat, bukan menyakiti atau merusak. Di bulan Dzulqa’dah yang mulia ini, hendaknya umat Islam lebih mawas diri dalam menjaga lisan dari:

  • Ghibah (menggunjing),
  • Namimah (adu domba),
  • Ucapan kasar atau menyakitkan,
  • Sumpah palsu atau dusta.

Allah SWT pun menegaskan pentingnya berdzikir dan menjaga lisan dari kelalaian sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 205 yang mana berbunyi: 

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Artinya: “Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang; dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205)

BACA JUGA:Syawal Menutup Tirai: Saatnya Menjaga Konsistensi Amal

Menjaga Perbuatan

Islam tidak hanya menekankan ucapan, tetapi juga menuntut kebaikan dalam perbuatan. Seorang Muslim sejati adalah yang tidak menyakiti orang lain, baik dengan lisan maupun tindakan.

Kategori :