Doa Menjelang Berbuka Puasa: Waktu Mustajab yang Penuh Rahmat dan Pengabulan dari Allah SWT
Kamis 26-02-2026,12:00 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Radarseluma.disway.id - Doa Menjelang Berbuka Puasa: Waktu Mustajab yang Penuh Rahmat dan Pengabulan dari Allah SWT--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan limpahan rahmat dari Allah SWT. Di dalamnya, umat Islam menunaikan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, ada satu momen yang sangat istimewa dan sering kali dinantikan oleh orang yang berpuasa, yaitu saat menjelang berbuka. Detik-detik sebelum azan Maghrib berkumandang bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga berakhir, tetapi juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
Momentum ini adalah saat di mana hati dalam kondisi lembut, penuh harap, dan tunduk kepada Allah SWT. Rasa lapar dan dahaga yang ditahan sepanjang hari menjadi saksi ketulusan ibadah seorang hamba. Dalam keadaan seperti itulah doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Dalil Al-Qur’an tentang Doa di Bulan Puasa
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Menariknya, ayat ini berada di tengah-tengah ayat yang membahas tentang kewajiban puasa Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa doa memiliki hubungan yang sangat erat dengan ibadah puasa. Para ulama menjelaskan bahwa Allah SWT secara khusus menyelipkan ayat tentang doa di antara ayat-ayat puasa untuk menegaskan bahwa orang yang berpuasa memiliki kedudukan istimewa dalam berdoa.
Hadits tentang Doa Orang yang Berpuasa
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِندَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka terdapat doa yang tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah)
Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa waktu berbuka adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Dalam riwayat lain dari Abu Dawud dan At-Tirmidzi, Rasulullah SAW membaca doa ketika berbuka:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Doa ini bukan hanya ungkapan syukur setelah berbuka, tetapi juga pengakuan bahwa segala pengorbanan selama berpuasa akan diganjar pahala oleh Allah SWT.
Doa Menjelang Berbuka yang Dianjurkan
Selain doa di atas, terdapat doa yang populer di tengah masyarakat Muslim:
اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Walaupun sebagian ulama menilai sanad doa ini memiliki kelemahan, maknanya tetap baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Yang terpenting adalah esensi doa itu sendiri: pengakuan bahwa puasa dilakukan semata-mata karena Allah.
Hikmah dan Keutamaan Berdoa Saat Berbuka
1. Keadaan Hati yang Khusyuk
Saat menjelang berbuka, hati dalam kondisi tunduk dan penuh harap. Rasa lapar menjadikan seseorang lebih merasakan kelemahan dirinya sebagai hamba.
2. Waktu yang Dijanjikan Mustajab
Hadits Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan bahwa doa saat berbuka tidak tertolak.
3. Momentum Syukur dan Harapan
Berbuka bukan sekadar makan dan minum, tetapi momentum bersyukur atas nikmat Allah SWT.
4. Latihan Keikhlasan
Puasa melatih seseorang untuk menahan diri dari hal-hal yang halal sekalipun, apalagi yang haram. Maka doa yang lahir dari latihan keikhlasan ini lebih dekat kepada pengabulan.
Adab Berdoa Menjelang Berbuka
Agar doa semakin mendekati pengabulan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan:
• Menghadap kiblat jika memungkinkan
Mengangkat kedua tangan
• Memulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi
• Berdoa dengan penuh keyakinan
Tidak tergesa-gesa
Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya keyakinan dalam berdoa. Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi disebutkan:
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ
Artinya: “Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan.”
Doa menjelang berbuka puasa adalah salah satu momen paling istimewa dalam ibadah Ramadhan. Allah SWT sendiri menegaskan kedekatan-Nya dengan hamba yang berdoa, dan Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bahwa doa orang yang berpuasa saat berbuka tidak akan ditolak.
Maka sungguh merugi orang yang menyia-nyiakan detik-detik berharga tersebut hanya dengan kesibukan menyiapkan hidangan tanpa sempat bermunajat kepada Allah. Jadikan waktu menjelang berbuka sebagai waktu terbaik untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, keselamatan dunia dan akhirat, serta keberkahan hidup.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mampu memanfaatkan waktu mustajab menjelang berbuka puasa dengan doa yang tulus dan penuh harap. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa memperbanyak doa di saat-saat emas tersebut. Karena boleh jadi, satu doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan di waktu berbuka akan menjadi sebab perubahan hidup kita selamanya. (djl)
Sumber: