Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Doa adalah senjata orang beriman. Ia bukan sekadar rangkaian kata yang terucap dari lisan, melainkan ungkapan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Dalam kehidupan yang penuh ujian, doa menjadi penopang kekuatan batin, penguat keyakinan, dan jembatan harapan menuju pertolongan Allah SWT. Islam mengajarkan bahwa tidak ada satu pun doa yang sia-sia. Setiap doa pasti didengar, dicatat, dan diberi balasan terbaik sesuai dengan hikmah-Nya.
Doa mustajab adalah doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Namun, untuk meraih kemustajaban itu, seorang mukmin perlu memahami adab, waktu, dan syarat-syarat agar doanya lebih dekat kepada pengabulan.
Dalil Al-Qur’an tentang Doa
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al-Qur'an, Surah Ghafir: 60)
Ayat ini merupakan jaminan langsung dari Allah bahwa doa tidak akan diabaikan. Namun para ulama menjelaskan bahwa bentuk pengabulan doa bisa dalam tiga cara: dikabulkan sesuai permintaan, diganti dengan yang lebih baik, atau dihindarkan dari keburukan yang sepadan.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Ayat ini menunjukkan kedekatan Allah kepada hamba-Nya. Tidak ada perantara antara seorang hamba dengan Rabb-nya dalam berdoa. Kedekatan ini bersifat spiritual, penuh kasih sayang dan rahmat.
Dalil Hadits tentang Kemustajaban Doa
Rasulullah SAW bersabda:
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
Artinya: “Doa itu adalah ibadah.”
(HR. Ahmad ibn Hanbal dan Abu Dawud)
Hadits ini menegaskan bahwa doa bukan hanya permintaan, tetapi inti dari penghambaan kepada Allah. Ketika seseorang berdoa, ia sedang mengakui kelemahan dirinya dan kekuasaan Allah.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Artinya: “Tiga doa yang pasti dikabulkan tanpa keraguan: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang terzalimi.”
(HR. Abu Dawud dan Al-Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan bahwa ada kondisi tertentu yang membuat doa lebih cepat dikabulkan karena adanya keikhlasan dan kondisi hati yang sangat dekat dengan Allah.
Syarat dan Adab Agar Doa Mustajab
Ikhlas karena Allah
1. Doa harus murni ditujukan kepada 2. Allah, bukan untuk pamer atau riya’.
3. Yakin Akan Dikabulkan
Rasulullah SAW bersabda:
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan.” (HR. Al-Tirmidzi)
4. Mengonsumsi yang Halal
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seseorang yang makanannya haram, minumannya haram, dan pakaiannya haram, maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
5. Tidak Tergesa-gesa
Nabi SAW bersabda bahwa doa akan dikabulkan selama seseorang tidak tergesa-gesa dengan berkata,
“Aku telah berdoa tetapi belum dikabulkan.”
Memulai dengan Pujian dan Shalawat
Dianjurkan memulai doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Waktu-Waktu Doa Mustajab
Beberapa waktu mustajab antara lain:
1. Sepertiga malam terakhir
2. Antara adzan dan iqamah
3.Saat sujud dalam shalat
4. Hari Jumat
5. Ketika berbuka puasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa yang paling dekat untuk dikabulkan adalah doa seorang hamba ketika ia sedang sujud.” (HR. Muslim ibn al-Hajjaj)
Ini menunjukkan bahwa posisi sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Allah.
Hikmah di Balik Doa
Terkadang manusia merasa doanya belum dikabulkan. Namun sejatinya Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik. Bisa jadi yang kita minta belum baik bagi kita saat ini. Doa juga menjadi bentuk latihan kesabaran dan ketundukan. Dengan doa, hati menjadi tenang, jiwa menjadi kuat, dan iman semakin kokoh.
Allah tidak pernah menolak hamba yang bersungguh-sungguh memohon kepada-Nya. Bahkan dalam kesendirian, air mata yang jatuh saat berdoa adalah saksi cinta antara hamba dan Rabb-nya.
Doa mustajab bukan hanya tentang waktu dan lafaz, tetapi tentang hati yang bersih, keyakinan yang kuat, dan kesungguhan dalam memohon. Allah telah menjanjikan pengabulan doa dalam Al-Qur’an dan Rasulullah SAW menegaskan keutamaannya dalam banyak hadits. Maka, jangan pernah berhenti berdoa, karena setiap doa adalah bukti iman dan harapan.
Sebagai hamba yang penuh kekurangan, kita tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa pertolongan Allah SWT. Doa adalah bukti bahwa kita membutuhkan-Nya setiap saat. Mari kita jadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang doanya mustajab dan hidup dalam limpahan rahmat-Nya. Aamiin. (djl)