Progres Pembangunan Kampung Nelayan Seluma baru 82,7 Persen, Ditargetkan Selesai Febuari

Progres Pembangunan Kampung Nelayan Seluma baru 82,7 Persen, Ditargetkan Selesai Febuari

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Seluma belum selesai--

 

PENAGO I, Radarseluma.Disway.id - Pembangunan Kampung Nelayan di Desa Penago I, Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu hingga kini terus dikebut. Hingga saat ini, progres fisik pembangunan program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia tersebut telah mencapai 82,7 persen, dengan sisa pekerjaan sekitar 17,3 persen yang masih dalam tahap penyelesaian.

 

BACA JUGA:Toyota Avanza Baru: Desain Canggih dan Mewah, Populer di Kalangan Masyarakat Indonesia

BACA JUGA: Walau Ditengahi Bupati dan Wabup, Kadisnakertrans Seluma Tetap Minta Proses Sekdis

Program Kampung Nelayan di Kabupaten Seluma ini dianggarkan sebesar Rp 12 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Karsa. Pembangunan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas permukiman nelayan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Pelaksana kegiatan proyek, Supriyono mengatakan bahwa, sebagian besar item pekerjaan utama telah rampung. Sejumlah pekerjaan yang sudah diselesaikan meliputi struktur bangunan, pekerjaan arsitektur, pembangunan jalan lingkungan dan trotoar. Serta fasilitas pendukung lainnya.

 

"Berdasarkan laporan tim engineering, progres pekerjaan saat ini sekitar 82,7 persen. Tinggal beberapa item pekerjaan yang masih dalam proses penyelesaian," sampai Supriyono saat dikonfirmasi Radar Seluma.

 

Dirinya menjelaskan, pekerjaan yang masih berlangsung di antaranya pemasangan jendela dan pintu, pagar dan plafon. Serta proses finishing pada beberapa bangunan dan fasilitas umum di kawasan Kampung Nelayan tersebut.

 

Supriyono mengungkapkan, selama proses pembangunan pihaknya sempat menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Faktor utama yang memengaruhi progres pekerjaan adalah cuaca yang kurang mendukung serta akses jalan menuju lokasi pembangunan yang terbatas.

Sumber: