Pengadaan Sapi BUMDes Nanti Agung Seluma Diprotes BPD

 Pengadaan Sapi  BUMDes Nanti Agung Seluma Diprotes BPD

BPD Nanti Agung--

 

NANTI AGUNG, Radarseluma.disway.id - Program ketahanan pangan di Desa NANTI AGUNG, Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma menuai sorotan. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat memprotes pengadaan sapi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), karena dinilai tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa serta diduga terjadi pembengkakan anggaran.

 

BACA JUGA:BSI Berikan Fasilitasi UMKM Go Digital dan Go Global Melalui Ajang Expo

BACA JUGA:Dalam OTT KPK, Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari, Wabup Serta Kadis PUPR Ikut Diamankan

Protes tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah anggota BPD kepada pengurus BUMDes Nanti Agung. Mereka mempertanyakan penggunaan anggaran sekitar Rp 136 juta yang bersumber dari alokasi 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk program ketahanan pangan melalui pengadaan sapi.

 

Namun dari dana yang cukup besar tersebut, BUMDes hanya memperoleh delapan ekor anak sapi. Kondisi sapi yang dibeli juga disebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat maupun BPD sebagai lembaga pengawas di tingkat desa.

 

Anggota BPD Nanti Agung, Sadin mengatakan, pihaknya merasa kecewa setelah mengetahui jumlah sapi yang dibeli tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dialokasikan. Dirinya menilai jika mengacu pada harga pasar dan dana tersebut seharusnya mampu membeli lebih banyak sapi.

 

Menurutnya, harga anak sapi di pasaran berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per ekor. Dengan anggaran sebesar Rp 136 juta, seharusnya BUMDes dapat memperoleh lebih dari 20 ekor anak sapi.

 

"Kalau melihat harga anak sapi di pasaran sekitar Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per ekor, seharusnya dengan anggaran Rp 136 juta bisa mendapatkan lebih dari 20 ekor sapi," kata Sadin.

Sumber: