Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Pasca Ramadhan

Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Pasca Ramadhan

Radarseluma.disway.id - Menjadi Pribadi yang Lebih Baik Pasca Ramadhan--

 

Radarseluma.disway.id - Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam di seluruh Dunia melaksanakan ibadah Puasa dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan. Di dalam bulan Suci ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa dengan penuh pengorbanan dan keikhlasan. Di dalam bulan ini, umat Muslim diberikan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, membersihkan jiwa, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Puasa Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu, puasa merupakan sebuah proses transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik.

Setelah bulan Ramadhan berlalu, banyak orang merasa kehilangan momen spiritual yang intens. Namun, seharusnya momen Ramadhan bukanlah sebuah peristiwa yang hanya terpatok pada satu bulan saja, melainkan sebuah proses yang harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini, kita akan membahas bagaimana caranya menjadi pribadi yang lebih baik pasca Ramadhan, dengan mendalami beberapa ajaran Al-Qur'an dan Hadits yang menjadi pedoman hidup.

Pertama: Pentingnya Mempertahankan Ketaatan dan Ketaqwaan 

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa tujuan utama Puasa adalah mencapai Ketaqwaan. Setelah Ramadhan, maka kita harus terus berusaha untuk menjaga dan mempertahankan ketaqwaan ini dalam setiap aspek kehidupan kita. 

Allah SWT Dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 183 berfirman yang berbunyi: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: 
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(Al-Baqarah: 183)

Ketaqwaan adalah tujuan utama dari Puasa, dan itu harus terus dipertahankan setelah Ramadhan melalui amal ibadah dan perbuatan baik. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ankabut ayat 69 tentang pentingnya istiqamah yang mana berbunyi: 

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: 
"Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik."(Al-Ankabut: 69)

Jihad yang dimaksud di sini bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam berusaha untuk tetap istiqamah dalam ketaqwaan pasca Ramadhan.

BACA JUGA:Hikmah Silahturahmi Dalam Islam

Kedua: Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Ketundukan kepada Allah

Setelah Ramadhan, kita diajarkan untuk tidak hanya menjaga kualitas ibadah, tetapi juga meningkatkan ketundukan kita kepada Allah SWT. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan tetap melaksanakan amalan ibadah seperti Shalat Sunnah, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. 

Sebagaimana Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

"إِنَّما الأعمالُ بالنِّيَّاتِ وَإِنَّما لِكُلِّ امرئٍ مَا نَوَىٰ"

Artinya: 
"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya." (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa niat yang ikhlas adalah bagian penting dari setiap amal yang kita lakukan. Ketika niat kita untuk beribadah semata-mata karena Allah SWT, maka amal itu akan diterima oleh-Nya. Dalam hal ini, meskipun Ramadhan telah berlalu, semangat beribadah yang ikhlas harus tetap dipertahankan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hijr ayat 99 yang mana berbunyi: 

فَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: 
"Maka sembahlah Rabb-mu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian)."(Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah kepada Allah SWT harus dilakukan terus menerus, tanpa mengenal waktu atau tempat, hingga ajal menjemput kita. Oleh karena itu, setelah Ramadhan, kita harus tetap memperbaiki dan menjaga kualitas ibadah kita, tidak hanya saat bulan Ramadhan tetapi sepanjang tahun.

Ketiga: Memperbaiki Akhlak dan Menjaga Lisan

Salah satu hal yang paling ditekankan dalam Puasa adalah menjaga lisan dan perilaku. Nabi Muhammad Rasulullah SAW sangat memperhatikan hal ini, dan beliau bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi: 

"مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ فَلَيْسَ لِلهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ"

Artinya: 
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan puasanya, yaitu meninggalkan makanannya dan minumannya." (Hadits Riwayat Bukhari)

Hadits ini menunjukkan bahwa Puasa yang sesungguhnya adalah yang menjaga lisan dan perilaku dari perbuatan dosa. Dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadhan, menjaga perkataan dan perbuatan adalah wujud nyata dari akhlak yang mulia. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk terus menjaga lisan kita dari perkataan yang buruk dan menahan diri dari keburukan.

Sebagaimana Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 58 untuk selalu berlaku adil dan menjaga amanah yang mana berbunyi: 

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ

Artinya:
"Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyerahkan amanah kepada yang berhak menerimanya dan jika kamu menghukum di antara manusia, maka hendaklah kamu menghukum dengan adil..." (An-Nisa: 58)

Menjaga amanah, berlaku adil, serta berbicara dengan baik adalah bagian dari akhlak yang harus kita pertahankan setelah Ramadhan.

BACA JUGA:Meraih Kemenangan Sejati Pasca Ramadhan

Keempat: Sedekah sebagai Bukti Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan, baik selama Ramadhan maupun setelah bulan Suci Ramadhan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman tentang pahala sedekah yang mana terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 261 berbunyi: 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلٍ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّنْهَا مِائَةُ حَبَّةٍ

Artinya: 
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan di jalan Allah) adalah seperti sebuah biji yang menumbuhkan tujuh batang, di setiap batang terdapat seratus biji." (Al-Baqarah: 261)

Sedekah merupakan amalan yang sangat berlipat ganda pahalanya, dan itu akan menjadi bekal bagi kita di Akhirat. Sebagaimana Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi: 

"مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ"

Artinya: 
"Tidak akan berkurang harta karena sedekah." (Hadits Riwayat Muslim)

Sedekah adalah cara untuk berbagi dengan sesama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk terus memberikan sedekah, baik dalam bentuk materi, waktu, ataupun tenaga, kepada orang-orang yang membutuhkan, tidak hanya selama Ramadhan, tetapi sepanjang waktu.

BACA JUGA:Makna Idul Fitri: Kembali ke Fitrah Laksana Bayi Baru Lahir

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa setelah bulan Suci Ramadhan, kita diajak untuk mempertahankan segala kebaikan yang telah kita lakukan selama bulan suci Ramadhan, seperti menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal sedekah. Semua itu adalah langkah-langkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kita harus terus berusaha menjadi pribadi yang ikhlas, istiqamah, dan selalu menjaga ketakwaan kepada Allah SWT.

Semoga kita dapat mempertahankan semangat Ramadhan dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan untuk istiqamah dalam amal ibadah dan menjaga akhlak kita. Aamiin. (djl)

Sumber: