MENGGAPAI TAQWA DI AKHIR RAMADHAN

MENGGAPAI TAQWA DI AKHIR RAMADHAN

Radarseluma.disway.id menggapai taqwa di akhir Ramadhan --

Radarseluma.disway.id - Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah. Bulan ini menjadi ladang ibadah bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada-Nya, meningkatkan amal kebaikan, serta memperbanyak ibadah. Salah satu tujuan utama dari ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah untuk menggapai derajat Taqwa, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa memiliki tujuan utama yaitu membentuk pribadi yang bertakwa. Namun, mencapai takwa bukanlah hal yang instan, melainkan proses yang harus terus ditingkatkan, terutama di penghujung bulan Ramadhan.

Pengertian Taqwa dan Urgensinya

Secara bahasa, takwa berasal dari kata وَقَى - يَقِي - وِقَايَةً yang berarti menjaga atau melindungi diri dari sesuatu yang berbahaya. Dalam istilah syar'i, takwa adalah sikap sadar dan takut kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Artinya: "Bertaqwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik."
(HR. Tirmidzi, no. 1987, Hasan)

Hadits ini menunjukkan bahwa takwa bukan sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga mencakup sikap baik kepada sesama dan menjadikan kebaikan sebagai cara hidup.

BACA JUGA:Istiqamah Setelah Ramadhan: Tantangan Seorang Muslim

Momentum Akhir Ramadhan: Kesempatan Meningkatkan Taqwa

Meskipun Ramadhan penuh dengan keutamaan sejak awal hingga akhir, hari-hari terakhir memiliki kedudukan istimewa. Ada beberapa alasan mengapa akhir Ramadhan menjadi momen yang sangat berharga:

1. Lailatul Qadr: Malam Penuh Kemuliaan

Allah berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 3)

Malam Lailatul Qadr yang terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah kesempatan luar biasa bagi seorang mukmin untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan. Malam ini merupakan saat terbaik untuk meningkatkan ketakwaan dengan memperbanyak ibadah, seperti shalat malam, tilawah Al-Qur'an, dzikir, dan doa.

2. Itikaf: Menjauh dari Dunia, Mendekat kepada Allah

Rasulullah SAW selalu melakukan i'tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan. I’tikaf adalah bentuk ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ini adalah latihan spiritual yang sangat kuat untuk meningkatkan kesadaran akan kebesaran Allah dan menambah ketakwaan.

3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Di akhir Ramadhan, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari, no. 38; Muslim, no. 760)

BACA JUGA:Infaq dan Sedekah: Amalan Utama di Penghujung Ramadhan

4. Sedekah dan Kebaikan Sosial

Bentuk lain dari takwa adalah meningkatkan kepedulian sosial. Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, terutama di bulan Ramadhan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di akhir Ramadhan adalah zakat fitrah, yang bertujuan untuk membersihkan jiwa dan membantu fakir miskin.

Cara Menggapai Taqwa di Akhir Ramadhan

Untuk benar-benar menggapai takwa di penghujung Ramadhan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1.Memperbaiki Niat dan Memperbanyak Amal Ibadah

Niat yang ikhlas akan menentukan kualitas ibadah kita. Selain itu, di akhir Ramadhan, seorang Muslim sebaiknya meningkatkan intensitas ibadah seperti shalat tahajud, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bersedekah.

2. Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadhan

Taqwa sejati bukan hanya selama Ramadhan tetapi juga setelahnya. Orang yang benar-benar bertakwa akan tetap melanjutkan kebiasaan baiknya meskipun bulan Ramadhan telah usai.

3.Memohon Ampunan dan Berdoa

Di sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, menyukai pengampunan, maka ampunilah aku."
(HR. Tirmidzi, no. 3513, Shahih)

BACA JUGA:Meraih Ampunan Allah di 10 Malam Terakhir

4. Mengukuhkan Hati dengan Ilmu

Mendalami ilmu agama akan membantu seseorang dalam mencapai dan mempertahankan ketakwaan. Membaca tafsir Al-Qur’an dan hadis serta menghadiri majelis ilmu dapat menjadi sarana untuk meneguhkan hati dalam keimanan.

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa menggapai takwa di akhir Ramadhan adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Sepuluh hari terakhir merupakan waktu yang penuh keutamaan, dengan hadirnya Lailatul Qadr, peluang beritikaf, memperbanyak istighfar, serta meningkatkan ibadah dan sedekah.

Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah menjaga semangat ketakwaan setelah Ramadhan. Jangan sampai kita menjadi orang yang hanya taat saat bulan suci, lalu kembali lalai setelahnya. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا

Artinya: "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali."
(QS. An-Nahl: 92)

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang berhasil mencapai derajat takwa di akhir Ramadhan dan mempertahankannya sepanjang tahun. Aamiin.(djl)

Sumber: