Ahli Mikrobiologi Belanda, Menangkan Lee Kuan Yew Water Prize 2024

Ahli Mikrobiologi Belanda, Menangkan  Lee Kuan Yew Water Prize 2024

(Dari Kiri) Bapak Ong Tze-Ch'in, Kepala Eksekutif, PUB, Badan Air Nasional Singapura mengucapkan selamat kepada Pemenang Hadiah Air Lee Kuan Yew 2024, Profesor Gertjan Medema, Ahli Mikrobiologi Utama di Institut Penelitian Air KWR.--

 

SINGAPURA, Radarseluma.Disway.Id, - Profesor Gertjan Medema, 62 tahun, dianugerahi Lee Kuan Yew Water Prize 2024 yang bergengsi atas penelitian dan penemuan terobosannya, serta kontribusinya yang signifikan di bidang epidemiologi berbasis air limbah (WBE) . Penelitiannya merevolusi penerapan WBE untuk deteksi virus di air limbah selama pandemi COVID-19.

 

BACA JUGA: Menhub dan Menko PMK Tinjau Arus Mudik di Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma - Brebes

BACA JUGA: Melonjak Sampai 190 Kasus, 4 Meninggal Dunia! Kasus DBD di Seluma

 

2   “Merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan bagi saya untuk menerima Penghargaan Air Lee Kuan Yew yang terhormat. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas penggunaan air limbah yang inovatif sebagai sumber data untuk tren peredaran COVID-19 di komunitas kita. Saya melihatnya juga sebagai sebuah Penghargaan. pengakuan atas kerja keras banyak orang di sektor air secara global, yang mengumpulkan data COVID-19 dari air limbah untuk mendukung respons masyarakat kita terhadap pandemi ini. Hal ini mempererat hubungan antara air dan sektor kesehatan pemantauan kini ditetapkan sebagai alat pengawasan kesehatan masyarakat terhadap peningkatan jumlah penyakit,” kata Profesor Medema, Ahli Mikrobiologi Utama di KWR Water Research Institute, dan penerima Penghargaan ke -10 sejak tahun 2008.

 

Kontribusi Profesor Medema selama pandemi Covid-19

 

BACA JUGA: Anggaran Cuma 25 Juta, Pengiriman Atlet Seluma di Popda 2024 Bisa Batal?

 

3   Dengan munculnya COVID-19 pada awal tahun 2020, Profesor Gertjan Medema, seorang ahli mikrobiologi terkenal dan pakar kualitas air dan kesehatan, serta timnya, menyadari perlunya deteksi dan pemantauan dini, dan mulai mengumpulkan sampel air limbah di seluruh Belanda untuk diuji. untuk virus SARS-CoV-2. Dia dengan cepat memfokuskan penelitian timnya pada pembatasan penyebaran virus di masyarakat melalui pengawasan air limbah. Hasilnya cukup menjanjikan ketika bukti virus terdeteksi di air limbah beberapa kota bahkan sebelum virus tersebut dilaporkan secara resmi di kota-kota tersebut.

 

Sumber: