14 Pejabat Bengkulu Selatan Ikuti Diklat, Tingkatkan Kompetensi

 14 Pejabat Bengkulu Selatan Ikuti Diklat, Tingkatkan Kompetensi

Abdul Karim,S.Sos Kepala BKPSDM BS--

 

 

BENGKULU SELATAN, Radar Seluma.Disway.id - Untuk meningkatkan kompetensi pejabat eselon dilingkungan Pemkab BENGKULU SELATAN, saat ini ada sebanyak 14 pejabat eselon mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepemimpinan.

 

BACA JUGA: Vonis Mati Ferdy Sambo Dianulir MA, Putri Ch Jadi 10 Tahun

 

"Sebanyak 4 pejabat eselon II sedang mengikuti pelatihan kepemimpinan Nasional (PKN) di BPSDM Provinsi Jawa Barat dan sebanyak 10 pejabat eselon III sedang mengikuti Pelatihan kepemimpinan adminidtrator (PKA) di BPSDM Provinsi Bengkulu. Kegiatan diklat ini dimulai sejak beberapa waktu lalu, untuk Diklat PKA bagi pejabat eselon III selesai sampai dengan tanggal 14 November 2023 mendatang, sedangkan untuk Diklat PKN untuk pejabat eselon II selesai sampai dengan tanggal 27 Oktober mendatang. Untuk pejabat eselon II yang mengikuti PKN yakni Kepala BKD BS, Nuzmanto M Adil, Kepala Bappeda-Litbang, Fikri Aljauhari, Kepala DPM-PTSP BS, Dr.Edwin Permana dan Sekretaris DPRD BS, Nico Dwi Payana MM. Sedangkan pejabat eselon III yang mengikuti PKA diantaranya meliputi Sektaris OPD, Kabag dan Kabid dengan rincian yakni, Tiga orang dari Bapeda-Litbang BS, Dua orang dari BKD, Dua dari Dinas Satpol PP Damkar, Satu dari Inspaktorat Daerah, Satu dari BKPSDM BS dan Satu dari Setwan,"ungkap Kepala BKPSDM BS, Abdul Karim S.Sos melalui Kabid Pengembangan Kompetensi dan Fasilitasi Profesi ASN, Aan Syaputra S.Kom.

 

Dikatakan Aan, ada tiga hal yang melatar belakangi pengembangan program pelatihan ini. Pertama, terbitnya PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan PermenPAN-RB Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan. Kedua, membutuhkan pemenuhan kompetensi berdasarkan akuntabilitas jabatan dan profil jabatan melalui pemenuhan kompetensi manajerial. Ketiga, adanya kebutuhan kompetensi manajerial baru. 

 

"Dengan ketiga atau terakhir yang melatar belakangi pengembangan program pelatihan ini, yakni kebutuhan pemenuhan kompetensi manajerial baru dalam menghadapi perkembangan lingkungan dan integritas,"ujar Aan.

 

Disampaikan Aan, berbeda dengan Diklatpim, kompetensi yang ingin dibangun dari PKN dan PKA  adalah kepemimpinan melayani dan kompetensi yang ingin dibangun dari PKA atau PKN adalah kepemimpinan berkinerja.

 

Sumber: