Syawal sebagai Momentum Perbaikan Diri
Radarseluma.disway.id: Syawal sebagai Momentum Perbaikan Diri--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Bulan Ramadhan telah usai. Umat Islam di seluruh dunia baru saja merayakan Idul Fitri sebagai puncak dari perjuangan menahan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT selama sebulan penuh. Kini kita memasuki bulan Syawal, sebuah bulan yang tidak hanya menjadi bulan kemenangan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk perbaikan diri.
Banyak orang keliru mengira bahwa ibadah intensif hanya berlaku selama Ramadhan saja. Padahal, justru setelah Ramadhan lah kita diujinapakah amalan-amalan baik yang kita biasakan selama bulan suci itu akan terus kita jaga ataukah luntur begitu takbir Idul Fitri berkumandang. Oleh karena itu, bulan Syawal hendaknya dijadikan titik tolak untuk memperbaiki kualitas keimanan dan amal kita secara berkelanjutan.
Makna Syawal dalam Islam
Secara bahasa, Syawal berasal dari kata “syāla-yasyūlu” yang berarti “menaikkan” atau “mengangkat”. Hal ini mengisyaratkan bahwa bulan Syawal adalah bulan peningkatan. Bukan hanya peningkatan dalam kebahagiaan setelah Ramadhan, tetapi juga peningkatan amal dan ketaqwaan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18 yang mana berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَانْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa kita harus terus mengevaluasi diri dan memperhatikan kualitas amalan yang kita lakukan, termasuk setelah Ramadhan, di bulan Syawal dan seterusnya.
BACA JUGA:Menghiasi Hidup dengan Akhlak Mulia
Puasa Enam Hari di Bulan Syawal: Bukti Kesungguhan Memperbaiki Diri
Salah satu amalan utama di bulan Syawal yang menunjukkan komitmen perbaikan diri adalah puasa enam hari. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim, no. 1164)
Sumber: