Purwadi menegaskan, sistem merit tidak lagi sekadar menjadi pemenuhan aspek administratif, tetapi harus benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas kinerja ASN dan organisasi.
Target Birokrasi Kelas Dunia 2045
Penguatan sistem merit ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam reformasi birokrasi nasional. Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan arah kebijakan tersebut dalam Desain Besar Reformasi Birokrasi Nasional (DBRBN) 2025–2045.
Dalam kerangka tersebut, pemerintah menargetkan terwujudnya World Class Bureaucracy 2045, yakni birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas.
Salah satu indikator utama keberhasilan reformasi tersebut adalah terciptanya aparatur negara yang kompeten dan berkinerja tinggi melalui penerapan sistem merit.
“Targetnya jelas, seluruh instansi pemerintah berada pada kategori leading dalam Indeks Sistem Merit pada tahun 2045,” ungkap Purwadi.
Pengisian Jabatan ASN Harus Berbasis Kompetensi
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arief Fakrulloh menegaskan bahwa pengisian jabatan ASN harus selaras dengan kebutuhan organisasi serta visi pembangunan daerah dan nasional.