Keutamaan Waktu-Waktu Mustajab di Bulan Ramadhan: Momentum Emas Terkabulnya Doa dan Limpahan Rahmat Allah

Kamis 26-02-2026,11:12 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Reporter: Juli Irawan

Radarseluma.disway.id - Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari  api neraka. Di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya. Salah satu keistimewaan terbesar Ramadhan adalah adanya waktu-waktu mustajab, yakni saat-saat di mana doa seorang hamba sangat berpeluang untuk dikabulkan oleh Allah SWT.   Doa adalah senjata orang beriman. Ia menjadi bukti ketundukan, penghambaan, sekaligus harapan seorang hamba kepada Rabb-nya. Terlebih di bulan Ramadhan, Allah membuka pintu langit selebar-lebarnya dan melipatgandakan pahala amal ibadah. Oleh karena itu, mengetahui dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab di bulan suci ini merupakan kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.   1. Waktu Sahur dan Sepertiga Malam Terakhir   Salah satu waktu mustajab yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa adalah sepertiga malam terakhir, termasuk waktu sahur. Allah SWT berfirman:   وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ   Artinya: “Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 18)   Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:   يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ   Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan; siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)   Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya waktu sepertiga malam terakhir. Di bulan Ramadhan, saat ini bertepatan dengan waktu sahur, sehingga menjadi momentum yang sangat tepat untuk memperbanyak istighfar, doa, dan munajat kepada Allah SWT.   2. Saat Berbuka Puasa   Waktu berbuka puasa juga termasuk waktu mustajab. Rasulullah SAW bersabda:   نَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ   Artinya: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka ada doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah)   Menjelang azan Maghrib, saat tubuh dalam kondisi lemah dan haus, hati seorang mukmin biasanya berada dalam keadaan lebih khusyuk dan penuh harap. Inilah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa, bukan justru sibuk dengan hidangan atau aktivitas lain yang melalaikan.   BACA JUGA:Ganjaran Besar bagi Orang yang Sabar: Janji Allah tentang Pahala Tanpa Batas bagi Hamba yang Teguh dalam Ujian   3. Sepanjang Hari Ketika Berpuasa   Orang yang berpuasa berada dalam kondisi ibadah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam sebuah hadits disebutkan:   ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ   Artinya: “Tiga doa yang tidak tertolak: doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR. Ahmad)   Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang berpuasa memiliki keistimewaan khusus dalam doanya. Artinya, sepanjang ia menjaga puasanya dengan baik, menahan diri dari maksiat, serta memperbanyak ketaatan, maka peluang terkabulnya doa sangat besar.   4. Malam Lailatul Qadar   Puncak waktu mustajab di bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman:   لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ   Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)   Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus ketika bertemu Lailatul Qadar. Ketika Aisyah RA bertanya, beliau bersabda:   اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي   Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)   Lailatul Qadar biasanya terjadi pada sepuluh malam terakhir, khususnya malam-malam ganjil. Di malam inilah doa, istighfar, dan amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak qiyamul lail, dzikir, dan doa.   BACA JUGA:Sabar Menjauhi Maksiat di Bulan Ramadhan: Momentum Terbaik Melatih Jiwa Menuju Takwa dan Kemuliaan   5. Waktu Antara Azan dan Iqamah   Walaupun bukan khusus di bulan Ramadhan, waktu antara azan dan iqamah tetap termasuk waktu mustajab. Rasulullah SAW bersabda:   الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ   Artinya: “Doa antara azan dan iqamah tidak tertolak.” (HR. Abu Dawud)   Di bulan Ramadhan, waktu ini terasa lebih istimewa karena suasana masjid lebih hidup, jamaah lebih ramai, dan hati lebih mudah tersentuh. Penjelasan dan Hikmah Waktu-waktu mustajab di bulan Ramadhan mengajarkan kepada kita tentang pentingnya manajemen waktu dalam ibadah. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memaksimalkan setiap detik untuk mendekatkan diri kepada Allah.   Ketika seorang hamba memanfaatkan waktu sahur untuk istighfar, berbuka untuk berdoa, serta malam Lailatul Qadar untuk bermunajat, maka ia sedang mengumpulkan bekal akhirat yang sangat berharga.   Allah SWT berfirman:   وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ   Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)   Ayat ini menjadi jaminan langsung dari Allah bahwa doa tidak akan sia-sia. Namun tentu saja, doa harus disertai keikhlasan, keyakinan, serta usaha dan ketaatan.   Bulan Ramadhan adalah momentum emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak doa. Waktu sahur, saat berbuka, sepanjang hari puasa, antara azan dan iqamah, serta malam Lailatul Qadar adalah waktu-waktu mustajab yang penuh keberkahan.   Barang siapa yang memanfaatkan waktu-waktu tersebut dengan sungguh-sungguh, maka ia telah meraih peluang besar untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT.   Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk memanfaatkan setiap waktu mustajab di bulan Ramadhan. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa doa-doa terbaik yang kita panjatkan. Jadikan setiap detiknya sebagai ladang amal dan jembatan menuju surga.   Karena boleh jadi, satu doa yang tulus di waktu mustajab akan mengubah seluruh kehidupan kita di dunia dan akhirat. (djl)
Tags : #waktumustajabbulanramadhan #ramadhanbulanrahmatdanampunan #radarseluma.disway.id #momentumemasterkabulnyadoa #memaksimalkanibadahdiramadhan #lailatulqadarpenuhkemuliaan #keutamaandoadiramadhan #kajian islam
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini