Kasus Gigitan HPR di Seluma Capai 161 Kasus, Anjing Masih Jadi Hewan Penular Terbanyak

Senin 04-08-2025,18:15 WIB
Reporter : Tri Suparman
Editor : Jeffri Ginting

 

Mazda menambahkan bahwa, ancaman rabies tetap harus menjadi perhatian serius, terutama karena penularan virus rabies dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, atau bahkan jilatan hewan yang sudah terinfeksi. Rabies adalah penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

 

"Virus rabies sangat berbahaya. Oleh karena itu, meskipun hewan yang menggigit adalah peliharaan sendiri, masyarakat tetap harus waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR)," tegasnya.

 

Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma terus menggencarkan upaya pencegahan melalui penyuluhan kepada masyarakat, vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan. Serta pengawasan lintas sektor agar penularan rabies bisa ditekan.

 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas di lingkungan sekitar tanpa pengawasan, serta memastikan hewan-hewan tersebut mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin.

 

BACA JUGA:Pesan Indah Rasulullah SAW kepada Aisyah RA: Jangan Tidur Sebelum Melakukan 4 Amalan Ini

BACA JUGA:Meneladani Keteguhan Sahabat dalam Ujian: Inspirasi Abadi di Tengah Derasnya Cobaan Hidup

"Penting bagi setiap pemilik hewan untuk bertanggung jawab. Hewan peliharaan harus dirawat dengan baik dan divaksin secara berkala. Pencegahan adalah kunci utama dalam menekan penyebaran rabies," pungkasnya.

 

Dengan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kasus rabies di Kabupaten Seluma dapat terus ditekan. Sehingga terwujud lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman penyakit mematikan ini.(ctr)

Kategori :