Artinya:
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjelaskan bahwa silaturahmi bukan hanya membawa manfaat ukhrawi, tetapi juga duniawi. Allah SWT menjadikan silaturahmi sebagai sebab datangnya keberkahan hidup.
BACA JUGA:Keutamaan Bersyukur dalam Segala Keadaan di Bulan Dzulqa’dah
Silaturahmi dalam Keluarga dan Komunitas
Menjaga silaturahmi dalam keluarga adalah tanggung jawab pertama setiap Muslim. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, dan dari sinilah terbentuk tatanan sosial yang kuat. Silaturahmi dalam keluarga mencakup:
* Menjaga komunikasi dan perhatian antaranggota keluarga
* Membantu jika ada anggota keluarga dalam kesulitan
* Menyelesaikan konflik dengan cara damai dan bijaksana
* Menjenguk saat sakit, menghadiri perayaan atau kedukaan
Sementara itu, silaturahmi dalam komunitas berarti turut aktif dalam kegiatan sosial, menjaga persatuan, saling menghormati perbedaan, dan tidak mudah menyebarkan kebencian atau fitnah. Nabi SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang berbunyi:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ
Artinya:
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang dengan sengaja memutuskan hubungan persaudaraan atau kekeluargaan.
Silaturahmi di Bulan Dzulqa’dah: Momentum Perbaikan Sosial
Bulan Dzulqa’dah merupakan bulan damai dan menjadi bagian dari asyhurul hurum, bulan-bulan haram yang dihormati. Di masa lalu, peperangan dilarang dilakukan pada bulan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perdamaian dan ketenangan. Oleh karena itu, mempererat silaturahmi di bulan ini merupakan bentuk nyata dari penghormatan terhadap nilai-nilai Islam.
Inilah waktu terbaik untuk: