Ilmu adalah amanah. Menyembunyikan ilmu adalah dosa besar, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah: 159. Sebaliknya, menyampaikannya kepada orang lain dengan jujur merupakan bentuk amanah ilmu.
BACA JUGA:10 Tentara Allah yang Tidak Terlihat oleh Manusia: Saksi Kekuasaan dan Pengingat Keimanan
Dampak Mengabaikan Amanah
Mengkhianati amanah akan menyebabkan kehancuran baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang mana berbunyi:
إِذَا ضُيِّعَتِ ٱلْأَمَانَةُ فَٱنْتَظِرِ ٱلسَّاعَةَ
Artinya: "Jika amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancuran (kiamat)." (HR. Bukhari)
Mengabaikan amanah dapat berupa korupsi, kebohongan, kecurangan, pengkhianatan, dan semua itu adalah bagian dari tanda-tanda kemunafikan. Dalam sebuah Hadits disebutkan:
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ... وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
Artinya: "Tanda orang munafik itu ada tiga... dan jika diberi amanah, dia khianat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menjadikan Dzulqa’dah sebagai Momentum Evaluasi Amanah
Bulan Dzulqa’dah yang terletak menjelang musim haji dan akhir tahun hijriyah bisa menjadi momen introspeksi. Setiap pribadi muslim sebaiknya merenungi: sudahkah kita menjaga amanah dari Allah dan sesama? Sudahkah kita jujur dalam perkataan dan perbuatan? Apakah kita bisa dipercaya sebagai hamba, rekan, atasan, atau pemimpin?
Dengan memperbaiki komitmen terhadap amanah, kita juga memperbaiki kualitas iman. Sebab, amanah bukan hanya urusan etika sosial, tetapi juga bagian dari akidah dan syariat.
BACA JUGA:Menghidupkan Malam dengan Doa dan Dzikir di Bulan Dzulqa’dah
Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa menjaga amanah adalah wujud dari keimanan sejati. Dalam bulan Dzulqa’dah yang penuh kemuliaan, seorang muslim dituntut untuk lebih memperhatikan aspek ini, karena di bulan inilah segala amal baik dan buruk memiliki nilai yang lebih besar.
Menunaikan amanah adalah ibadah, dan mengkhianatinya adalah dosa besar. Maka, mari kita manfaatkan bulan mulia ini untuk memperkuat komitmen kita menjaga amanah dalam semua lini kehidupan: kepada Allah, diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat.
Sebagaimana Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Dawud dan Tirmidzi yang mana berbunyi:
أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ