Tiupan Sangkakala: Dentang Kehancuran Semesta dan Awal Kebangkitan Seluruh Makhluk

Tiupan Sangkakala: Dentang Kehancuran Semesta dan Awal Kebangkitan Seluruh Makhluk

Radarseluma.disway.id - Tiupan Sangkakala: Dentang Kehancuran Semesta dan Awal Kebangkitan Seluruh Makhluk--

Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, manusia kerap terbuai oleh kemajuan teknologi, kekayaan, dan kekuasaan. Gedung-gedung menjulang tinggi, peradaban berkembang pesat, dan manusia seakan merasa mampu menguasai segalanya. Namun Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW mengingatkan bahwa di balik gemerlap dunia ini, ada sebuah kepastian agung yang tak bisa ditunda dan tidak bisa dihindari, yaitu datangnya hari kehancuran total alam semesta, yang diawali dengan tiupan sangkakala oleh Malaikat Israfil.
 
Tiupan sangkakala bukanlah sekadar simbol, tetapi sebuah peristiwa nyata yang akan mengakhiri seluruh sistem kehidupan dunia. Ia menandai berakhirnya sejarah umat manusia di bumi, sekaligus menjadi pintu menuju kehidupan akhirat yang kekal. Dalam Islam, peristiwa ini merupakan bagian penting dari rukun iman kepada hari akhir.
 
Makna Sangkakala dan Malaikat Israfil
 
Sangkakala dalam bahasa Arab disebut الصُّورُ (ash-shūr), yaitu terompet besar yang akan ditiup oleh Malaikat Israfil atas perintah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
 
كَيْفَ أَنْعَمُ وَقَدِ الْتَقَمَ صَاحِبُ الصُّورِ الصُّورَ، وَحَنَى جَبْهَتَهُ، وَأَصْغَى سَمْعَهُ، يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْمَرَ فَيَنْفُخَ؟
 
Artinya: “Bagaimana aku bisa merasa tenang, sementara Malaikat pemegang sangkakala telah meletakkan sangkakala di mulutnya, menundukkan dahinya dan menajamkan pendengarannya, menunggu perintah untuk meniupnya?” (HR. Tirmidzi)
 
Hadis ini menunjukkan betapa dekat dan pasti peristiwa itu, sehingga Malaikat Israfil selalu siap setiap saat.
 
Al-Qur’an tentang Tiupan Sangkakala
 
Allah SWT berfirman:
 
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
 
Artinya: (Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkit berdiri menunggu keputusan.) (QS. Az-Zumar: 68)
 
Ayat ini menjelaskan bahwa tiupan sangkakala terjadi dua kali:
 
1. Tiupan pertama – kehancuran total dan kematian seluruh makhluk.
 
2. Tiupan kedua – kebangkitan seluruh manusia untuk dihisab.
 
 
Dahsyatnya Tiupan Pertama: Hancurnya Dunia
 
Ketika tiupan pertama terjadi, seluruh sistem kosmos runtuh. Gunung-gunung meledak seperti kapas, lautan meluap, langit terbelah, dan semua makhluk hidup binasa. Allah SWT berfirman:
 
يَوْمَ تُرْجَفُ الرَّاجِفَةُ ۝ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ
 
Artinya: (Pada hari ketika goncangan pertama mengguncang, lalu disusul oleh goncangan berikutnya.) (QS. An-Nazi’at: 6–7)
 
Dalam tafsir, para ulama menjelaskan bahwa goncangan pertama adalah tiupan sangkakala yang mematikan, sedangkan goncangan kedua adalah kebangkitan.
 
Semua Makhluk Tak Berdaya
 
Tidak ada satu pun makhluk yang bisa lari atau berlindung. Allah berfirman:
 
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ۝ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
 
Artinya: (Semua yang ada di bumi akan binasa, dan hanya wajah Tuhanmu yang tetap kekal, Yang memiliki keagungan dan kemuliaan.) (QS. Ar-Rahman: 26–27)
 
Ini menegaskan bahwa kekuasaan dunia hanyalah ilusi, sementara kekekalan hanya milik Allah SWT.
 
Tiupan Kedua: Awal Kehidupan Akhirat
 
Setelah kehancuran total, Allah akan menghidupkan kembali semua manusia. Rasulullah SAW bersabda:
 
ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
 
Artinya: “Kemudian ditiupkan sangkakala yang kedua, maka tiba-tiba mereka bangkit dan menunggu.” (HR. Muslim)
 
Manusia akan keluar dari kuburnya dalam keadaan telanjang, tanpa harta, tanpa jabatan, hanya membawa amal perbuatannya.
 
 
Hikmah Iman kepada Tiupan Sangkakala
 
Iman kepada tiupan sangkakala melahirkan kesadaran bahwa:
 
• Dunia hanyalah persinggahan sementara
 
• Setiap dosa akan dimintai pertanggungjawaban.
 
• Setiap amal baik akan dibalas, sekecil apa pun.
 
Orang yang yakin akan datangnya kehancuran dunia akan lebih berhati-hati dalam hidup, menjaga shalat, menjauhi maksiat, dan memperbanyak taubat.
 
Tiupan sangkakala adalah peristiwa agung yang akan mengakhiri seluruh kehidupan dunia dan membuka babak baru kehidupan akhirat. Ia bukan dongeng, bukan simbol, tetapi sebuah kenyataan mutlak yang dijamin oleh wahyu Allah dan sabda Rasulullah SAW. Semua yang kita banggakan di dunia harta, kekuasaan, jabatan akan sirna dalam satu tiupan.
 
Wahaipembaca Radarseluma.disway.id, sebelum sangkakala itu ditiup dan dunia hancur tanpa peringatan, marilah kita kembali kepada Allah. Perbanyak taubat, perbaiki shalat, jaga hati dari dosa, dan hidupkan iman dalam setiap langkah. Karena ketika tiupan itu datang, tidak ada lagi kesempatan kedua.
 
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang selamat pada hari dahsyat itu. Aamiin. (djl)

Sumber:

Berita Terkait