Rabu 28-01-2026,13:37 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Lautan menyimpan lebih banyak rahasia dibandingkan daratan. Kedalamannya yang gelap, tekanan ekstrem, serta kehidupan yang beragam terus memancing rasa ingin tahu manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan oseanografi menemukan fenomena unik berupa aliran air asin padat di dasar laut yang tampak seperti “sungai” lengkap dengan tebing dan arusnya sendiri. Fenomena ini sering disebut underwater river atau sungai bawah laut.
Bagi kaum beriman, penemuan tersebut tidak hanya memunculkan kekaguman ilmiah, tetapi juga mengingatkan pada isyarat Al-Qur’an tentang laut, pertemuan dua air yang berbeda, serta keteraturan ciptaan Allah SWT. Al-Qur’an sejak 14 abad lalu telah mengajak manusia untuk merenungi samudra sebagai tanda kekuasaan-Nya. Artikel ini mengulas fenomena “sungai di dasar laut” dari sudut pandang sains sekaligus mengaitkannya dengan dalil Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW.
Fenomena Sungai di Dasar Laut Menurut Ilmu Pengetahuan
Yang dimaksud sungai di dasar laut bukanlah sungai air tawar seperti di daratan, melainkan aliran air laut dengan kadar garam (salinitas) lebih tinggi sehingga lebih berat dan mengalir di bawah massa air sekitarnya. Di beberapa lokasi seperti Teluk Meksiko dan Laut Mediterania, para peneliti menemukan jalur-jalur aliran air asin yang membentuk lekukan menyerupai sungai, bahkan memiliki “tepi” seperti lembah.
Air asin yang sangat pekat ini berasal dari penguapan tinggi atau perbedaan suhu dan densitas. Karena lebih berat, ia mengalir mengikuti kontur dasar laut, membawa sedimen, dan membentuk struktur yang terlihat jelas melalui kamera robot bawah laut.
Fenomena ini membuktikan bahwa laut bukan massa air yang homogen, melainkan tersusun dari lapisan-lapisan dengan karakteristik berbeda sesuatu yang secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam wahyu Ilahi.
Isyarat Al-Qur’an tentang Dua Laut yang Berbeda
Salah satu ayat yang sering dikaitkan dengan fenomena perbedaan massa air di laut adalah firman Allah SWT:
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”
(QS. Ar-Rahman: 19–20)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا
Artinya: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. Al-Furqan: 53)
Para mufasir menjelaskan bahwa barzakh adalah pembatas yang Allah tetapkan sehingga masing-masing air tetap memiliki sifatnya. Dalam konteks modern, ilmuwan menemukan adanya haloklin (lapisan peralihan kadar garam) dan termoklin (peralihan suhu) yang memisahkan massa air di lautan. Lapisan inilah yang menyebabkan aliran tertentu tetap “terjaga” dan tidak langsung bercampur sebuah fakta ilmiah yang sejalan dengan makna ayat-ayat tersebut.
Kedalaman Laut sebagai Tanda Kekuasaan Allah
Al-Qur’an juga menyinggung kondisi laut dalam yang gelap dan berlapis-lapis:
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُّجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِ مَوْجٌ مِّن فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, diliputi oleh ombak, di atasnya ombak lagi, di atasnya awan; gelap gulita yang bertumpuk-tumpuk.” (QS. An-Nur: 40)
Ayat ini menggambarkan kondisi laut dalam yang berlapis-lapis gelombang permukaan, gelombang internal di kedalaman, serta kegelapan yang semakin pekat seiring bertambahnya kedalaman. Di sanalah fenomena seperti sungai bawah laut dapat terjadi, tersembunyi dari pandangan manusia hingga teknologi modern mampu menjangkaunya.
Hadits tentang Keagungan Ciptaan Allah
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa seluruh alam semesta berada dalam kekuasaan Allah. Dalam sebuah hadits disebutkan:
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.”
(HR. Muslim)
Keindahan dan keteraturan ciptaan-Nya, termasuk di kedalaman laut, merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya.
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda:
تَفَكَّرُوا فِي خَلْقِ اللَّهِ وَلَا تَتَفَكَّرُوا فِي اللَّهِ
Artinya: “Renungilah ciptaan Allah dan janganlah memikirkan tentang zat Allah.”
(HR. Thabrani dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Hadits ini mendorong umat Islam untuk mengkaji alam sebagai jalan mengenal kebesaran Sang Pencipta termasuk fenomena laut dan rahasia-rahasia di dalamnya.
Antara Sains dan Iman
Penemuan sungai di dasar laut tidak berarti Al-Qur’an adalah buku sains, namun Al-Qur’an memberikan isyarat universal yang membuka pintu perenungan. Ketika manusia menemukan fakta-fakta baru tentang alam, seorang mukmin justru semakin tunduk dan kagum kepada Allah SWT.
Fenomena ini menunjukkan bahwa lautan memiliki sistem yang sangat kompleks dan teratur. Aliran, lapisan, perbedaan kadar garam, hingga ekosistem khusus di sekitarnya semuanya berjalan sesuai hukum yang telah Allah tetapkan.
Sungai di dasar laut merupakan fenomena ilmiah berupa aliran air asin pekat yang mengalir di bawah massa air laut lainnya. Penemuan ini memperlihatkan betapa dinamis dan berlapisnya samudra. Al-Qur’an sejak berabad-abad lalu telah menyinggung tentang pertemuan dua laut, adanya batas di antara keduanya, serta kondisi laut dalam yang gelap dan kompleks.
Ayat-ayat seperti QS. Ar-Rahman: 19–20, QS. Al-Furqan: 53, dan QS. An-Nur: 40 memberikan isyarat yang sejalan dengan temuan ilmiah modern, meski tujuan utamanya adalah meneguhkan iman dan mengajak manusia merenungi kebesaran Allah SWT.
Misteri laut, termasuk fenomena sungai di dasar samudra, hanyalah satu dari sekian banyak tanda kekuasaan Allah di alam semesta. Setiap penemuan baru seharusnya tidak menjadikan manusia sombong, melainkan semakin rendah hati dan bersyukur.
Sebagaimana Al-Qur’an berulang kali mengingatkan, alam diciptakan bukan tanpa tujuan. Ia adalah ayat-ayat kauniyah tanda-tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia berpikir, merenung, dan kembali kepada Sang Pencipta. Dari permukaan ombak hingga aliran tersembunyi di dasar laut, semuanya bersaksi bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (djl)