2. Waktu Persiapan Haji dan Spirit Tazkiyatun Nafs
Dzulqa’dah adalah bulan sebelum pelaksanaan ibadah haji. Pada bulan ini, kaum Muslimin dari berbagai penjuru dunia bersiap-siap untuk berangkat ke Tanah Suci. Spirit persiapan ini bisa diteladani oleh semua umat Islam, walaupun tidak sedang berhaji, dengan mempersiapkan diri secara ruhani: memperbaiki niat, meningkatkan ibadah, dan membersihkan jiwa dari dosa.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 196
"وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ"
Artinya:
“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)
Ayat ini menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya pada pelaksanaannya saja, tetapi juga pada persiapannya, termasuk amal shalih yang mendukung spiritualitas sebelum berhaji, yang dimulai sejak bulan Dzulqa’dah.
BACA JUGA:Menjaga Lisan dan Perbuatan di Bulan Dzulqa’dah
3. Waktu yang Dilarang Berbuat Zalim
Karena termasuk bulan haram, Allah SWT melarang hamba-hamba-Nya untuk berbuat zalim, baik kepada orang lain maupun diri sendiri. Sebaliknya, amal shalih sangat dianjurkan sebagai bentuk pembersihan jiwa dari sifat-sifat buruk dan kedzaliman. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36 yang mana berbunyi:
"فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ"
Artinya:
“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”
(QS. At-Tawbah: 36)
Menurut Imam Ath-Thabari, makna "jangan aniaya diri" mencakup larangan berbuat maksiat, dan perintah untuk memperbanyak amal shalih.
4. Momen Muhasabah dan Memperbarui Iman
Dzulqa’dah bisa menjadi waktu terbaik untuk muhasabah atau introspeksi diri. Ini adalah saat tepat mengevaluasi amal sepanjang tahun dan memperbarui semangat iman. Amal shalih seperti taubat nasuha, dzikir, dan doa sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi:
"جَدِّدُوا إيمانَكمْ، قِيلَ: يا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيفَ نُجَدِّدُ إيمانَنا؟ قالَ: أَكْثِرُوا مِن قَولِ: لا إلهَ إلَّا اللَّهُ"