Melalui Bank Sentral Swedia, Riksbank, terus menguji coba dengan e-krona sebagai CBDC, yang bertujuan untuk mengatasi penurunan penggunaan uang tunai di negara tersebut.
2. China
Bank Sentral China atau People’s Bank of China (PBOC), telah mengembangkan e-RMB atau Yuan digital sebagai CBDC.
3. Singapura
Project Ubin, adalah nama proyeksi CBDC yang dibuat oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) yang bersinergi dengan berbagai sektor keuangan, untuk mempelajari potensi peluang & risiko dari pemanfaatan CBDC.
4. Bahama
Negara yang terdiri dengan lebih dari 700 pulau di laut lucayan, Karibia ini, melalui bank sentralnya (Central Bank Of The Bahamas) meluncurkan CBDC bernama Sand Dollar di tahun 2020.
Dalam sudut pandang regulasi & kontrol, CBDC diatur dan diawasi oleh bank sentral, sementara aset kripto tidak, karena sifatnya yang terdesentralisasi.
Pertimbangan utama bank sentral untuk menerapkan CBDC yakni menjaga stabilitas keuangan & risiko keamanan, sehingga tentu regulasi yang diterbitkan cukup ketat, untuk memitigasi risiko yang timbul, misalnya serangan siber.
Sementara bagi aset kripto, di sisi lain, tidak diatur oleh pihak tertentu seperti bank sentral. Hal ini membuat aset kripto lebih rawan terhadap risiko penipuan, pencucian uang, dan aktivitas ilegal lainnya.