Menghidupkan Masjid dengan I’tikaf Ringan: Meraih Ketenangan Hati dan Keberkahan Ramadhan di Rumah Allah

Menghidupkan Masjid dengan I’tikaf Ringan: Meraih Ketenangan Hati dan Keberkahan Ramadhan di Rumah Allah

Radarseluma.disway.id - Menghidupkan Masjid dengan I’tikaf Ringan: Meraih Ketenangan Hati dan Keberkahan Ramadhan di Rumah Allah--

Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Masjid bukan sekadar bangunan tempat umat Islam menunaikan shalat berjamaah. Ia adalah pusat peradaban, tempat lahirnya ilmu, ukhuwah, dan pembinaan ruhani. Di bulan Ramadhan, masjid menjadi lebih hidup dengan berbagai aktivitas ibadah. Namun, tidak semua umat mampu melaksanakan i’tikaf penuh selama sepuluh hari terakhir. Kesibukan pekerjaan, keluarga, dan aktivitas lainnya sering menjadi kendala.
 
Di sinilah pentingnya konsep i’tikaf ringan yakni meluangkan waktu sejenak di masjid dengan niat i’tikaf, walau hanya satu atau dua jam, untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan bermuhasabah. I’tikaf ringan adalah langkah sederhana namun penuh makna dalam memakmurkan masjid sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Dasar Al-Qur’an tentang I’tikaf
 
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
 
وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
 
Artinya: “Dan janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu), sedang kamu beri’tikaf dalam Masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)
 
Ayat ini menunjukkan bahwa i’tikaf adalah ibadah yang telah dikenal dan disyariatkan. Para ulama menjelaskan bahwa penyebutan i’tikaf dalam ayat ini menunjukkan keutamaannya, khususnya di bulan Ramadhan.
 
Selain itu, Allah SWT berfirman:
 
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
 
Artinya: “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.” (QS. An-Nur: 36)
 
Ayat ini menegaskan bahwa masjid harus dimuliakan dan dihidupkan dengan dzikir serta ibadah. Salah satu bentuk memakmurkan masjid adalah dengan i’tikaf, walau dalam bentuk yang sederhana.
 
Hadits tentang Keutamaan I’tikaf
 
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, disebutkan:
 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ
 
Artinya: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
 
Hadits ini menunjukkan bahwa i’tikaf adalah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Namun, para ulama menjelaskan bahwa i’tikaf tidak disyaratkan harus sepuluh hari penuh. Bahkan, menurut sebagian ulama, seseorang boleh beri’tikaf walau hanya sebentar, selama ia berniat i’tikaf ketika berada di Masjid.
 
Rasulullah SAW juga bersabda:
 
أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا
 
Artinya: “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya.”
(HR. Imam Muslim)
 
Dengan demikian, setiap waktu yang kita habiskan di masjid dengan niat ibadah merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah.
 
 
Makna I’tikaf Ringan di Era Modern
 
Di tengah kesibukan masyarakat modern, i’tikaf ringan menjadi solusi realistis untuk tetap memakmurkan masjid. I’tikaf ringan bisa dilakukan dengan:
 
• Datang lebih awal sebelum shalat wajib, lalu berdzikir dan membaca Al-Qur’an.
 
• Tinggal beberapa waktu setelah shalat Isya atau Subuh untuk bermunajat.
 
• Mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan tilawah dan doa di Masjid.
 
Niat menjadi kunci utama. Ketika seseorang memasuki masjid dengan niat i’tikaf, maka selama ia berada di dalamnya, ia sedang dalam ibadah.
 
I’tikaf ringan juga menjadi sarana untuk menenangkan hati. Di tengah hiruk-pikuk dunia, masjid adalah tempat kembali.
 
Allah SWT berfirman:
 
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
 
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra'd: 28)
 
Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan sejati hanya diperoleh melalui dzikir kepada Allah, dan masjid adalah tempat terbaik untuk melakukannya.
 
Manfaat Memakmurkan Masjid dengan I’tikaf Ringan
 
1. Menguatkan Keimanan
 
Duduk sejenak di masjid dengan tilawah dan dzikir akan menambah ketakwaan serta memperkuat hubungan dengan Allah.
 
2. Menumbuhkan Cinta kepada Masjid
 
Semakin sering seseorang berada di masjid, semakin tumbuh kecintaannya terhadap rumah Allah.
 
3. Menjadi Saksi Amal di Hari Kiamat
 
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa langkah kaki menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan dan penghapus dosa.
 
4. Membangun Kebiasaan Baik
 
I’tikaf ringan bisa menjadi awal kebiasaan istiqamah dalam memakmurkan masjid, bahkan setelah Ramadhan berakhir.
 
 
Memakmurkan Masjid sebagai Tanggung Jawab Bersama
 
Allah SWT berfirman:
 
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
 
Artinya: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS. At-Taubah: 18)
 
Ayat ini menegaskan bahwa memakmurkan masjid adalah ciri orang beriman. Maka, i’tikaf ringan adalah bagian dari upaya tersebut. Tidak harus menunggu waktu luang yang panjang. Bahkan satu jam di masjid, jika dilakukan dengan ikhlas, bisa menjadi ladang pahala yang besar.
 
I’tikaf bukanlah ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki banyak waktu. Dengan niat yang tulus, i’tikaf ringan dapat menjadi amalan yang besar nilainya di sisi Allah SWT. Meluangkan waktu sejenak di masjid untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa adalah cara sederhana namun penuh keberkahan untuk memakmurkan rumah Allah.
 
Masjid yang makmur bukan hanya karena bangunannya megah, tetapi karena jamaahnya hidup dengan ibadah. Ketika umat Islam kembali menghidupkan masjid dengan i’tikaf, walau hanya sebentar, maka cahaya iman akan kembali bersinar di tengah masyarakat.
 
Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk membiasakan diri singgah di masjid, tidak hanya untuk shalat wajib, tetapi juga untuk i’tikaf ringan. Semoga setiap langkah kita menuju masjid dicatat sebagai amal kebaikan, diampuni dosa-dosa kita, dan ditinggikan derajat kita di sisi Allah SWT.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid dan meraih keberkahan di bulan suci ini. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. (djl)

Sumber:

Berita Terkait