Sempat Diblokir Karena Akali E Kinerja, 400 PNS Seluma Diberi Sanksi Pembinaan
BKPSDM Seluma--
PEMATANG AUR, Radarseluma.Disway.id - Sebanyak 400 an PNS di lingkungan Pemkab Seluma kedapatan menggunakan GPS palsu atau fake GPS untuk mengakali lokasi absensi menggunakan aplikasi E Kinerja, hanya diberikan sanksi pembinaan.
Pasalnya, sesuai Instruksi Bupati Seluma untuk saat ini mereka yang kedapatan menggunakan fake GPS belum diberi sanksi pemotongan atau pengembalian TPP yang sudah dibayarkan.
BACA JUGA: Inspektorat Seluma Periksa 581 Honorer Calon PPPK Tahap I, Cek Honorer Siluman
BACA JUGA:Menghindari Sifat Sombong dan Merasa Paling Baik
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Seluma Ansori, siang kemarin. Menurutnya, 400 an PNS nakal tersebut saat ini sudah diberikan pembinaan. Selain itu juga sudah diminta membuat surat pernyataan bahwa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
"Jadi saat ini belum ada sanksi pemotongan TPP atau pengembalian TPP yang sudah dibayar. Masih diberikan kelonggaran untuk membuat surat pernyataan serta pembinaan saja," kata Ansori.
Akan tetapi, Ansori mengatakan jika kedepan kedapatan masih mengulangi. Atau ada PNS lain yang menggunakan fake GPS untuk mengakali lokasi absensi. Maka Bupati Seluma sudah menginstruksikan agar dilakukan pemotongan TPP. Serta diberikan sanksi tegas yang lainnya kepada para PNS.
"Tapi kedepan jika masih mengulangi perbuatannya. Maka akan langsung kami berikan sanksi tegas. Termasuk pemotongan TPP serta sanksi disiplin lainnya," tegas Ansori.
Berbeda dengan PNS, untuk tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk saat ini juga sudah melakukan absensi secara online menggunakan aplikasi Serasan. Aplikasi ini masih terintegrasi dengan aplikasi E Kinerja. Sembari menunggu penyempurnaan aplikasi Serasan bagi tenaga PPPK. Saat ini PPPK diminta absensi melalui aplikasi tersebut.
BACA JUGA:Meningkatkan Ibadah Sunnah sebagai Bentuk Syukur
"Kalau untuk tenaga PPPK absensi menggunakan aplikasi serasan. Saat ini aplikasi tersebut masih terus disempurnakan. Tapi sudah bisa digunakan," pungkas Ansori. (adt)
Sumber: