Kopi Tumbuk Lesung, Bisnis yang Bernuansa Wisata

Kopi Tumbuk Lesung, Bisnis yang Bernuansa Wisata

Pembuatan kopi secara tradisional dengan tutuk lesung--

 

 

 

BENGKULU SELATAN, radarseluma.disway.id  - Walau kini banyak pengusaha yang meginovasikan usahanya dnegan kemajuan jaman, namun tidak demikian dengan Dias Razig (42). Ditengah kemajuan zaman, dan banyak pengusaha beralih menggunakan peralatan serba modern dalam pengelolaan makanan dan minuman.  Diaz malah beralih ke  budaya tradisonal dalam pengolahan makanan.

 

Pengusaha Bengkulu Selatan dengan produknya kopi tutuk lesung ini, malah ingin memadukan bisnis dan budaya.  DItemui di tempat usahanya  jalan Amuya kota Manna kabupaten BS,  Pemilik merek  "Sadam Kopi" mengatakan, prosesi pembuatan kopi tutuk lesung  yang dilakukan masyarakat Bengkulu Selatan dahulunya, masih mengandalkan tenaga manusia.

BACA JUGA:Rehap SMPN 12 Seluma Telah Anggaran 2,6 M 

 

Dijelaskannya, dia menggunakan dua alat diantaranya lesung (kayu berlobang) dan kayu berbentuk tongkat difungsikan sebagai penumbuk.

 

Dalam kegiatan kopi tutuk lesung ini menurut Diaz,  ada keunikan seperti mengeluarkan suara saat prosesi tumbuk lesung dengan nada yang khas.

Selain itu juga sebagai sarana ajang memupuk kekompakan kegotongroyong. "Kopi tutuk lesung menumbuhkan kegotong royongan dalam kehidupan sehari-hari,"ungkap Diaz  Raziq.

 

Diakui Diaz Raziq, saat ini kopi tutuk lesung sudah jarang ditemui di kabupaten Bengkulu Selatan, dan seiring kemajuan zaman mencoba kembali menghidupkan tradisi tersebut. Sebab cita rasa khas kopi bubuk hasil tutuk lesung, sangat berbeda rasanya dengan kopi bubuk yang digiling menggunakan mesin modern.

Sumber: