"Penerbangan drone spesifikasi Matrice ini ditujukan untuk mengambil data visual secara akurat. Namun saat berada di atas kanopi hutan yang rapat, drone kehilangan kendali dan jatuh," jelasnya.
Dari informasi yang diterima tim di lapangan, kuat dugaan drone tersebut sempat diserang seekor burung elang. Burung pemangsa itu diduga menganggap drone sebagai ancaman yang memasuki wilayah teritorialnya sehingga melakukan serangan hingga menyebabkan perangkat kehilangan kendali.
Meski demikian, penyebab pasti jatuhnya drone masih menunggu hasil evaluasi dari tim teknis BPKH. Selain dugaan gangguan satwa liar, kondisi alam berupa pepohonan yang menjulang tinggi dan vegetasi yang sangat rapat juga menyulitkan proses pelacakan titik jatuh perangkat tersebut.
Tim sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi berdasarkan koordinat terakhir drone. Namun medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga pencarian sementara dihentikan.
Herwansyah juga menuturkan, perangkat tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi juga menyimpan data hasil pemetaan yang sangat penting untuk mendukung proses administrasi perubahan status kawasan dan perencanaan pembangunan jalan di Kecamatan Seluma Utara.
Oleh karena itu, Pemerintah Kecamatan Seluma Utara bersama BPKH mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Sinar Pagi, Desa Sekalak dan desa-desa sekitar kawasan hutan, agar turut membantu pencarian. Warga yang menemukan drone tersebut diminta segera melapor kepada pemerintah desa, pihak kecamatan, maupun tim BPKH.
"Pihak BPKH telah menyiapkan kompensasi atau imbalan bagi masyarakat yang menemukan dan mengembalikan drone tersebut. Kami berharap bantuan masyarakat agar perangkat beserta data pemetaan di dalamnya dapat segera ditemukan sehingga tahapan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Seluma Utara dapat terus berjalan sesuai rencana," pungkas Herwansyah.(ctr)