Dari hasil klarifikasi, keduanya mengakui bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok yang ada dalam video tersebut. Polisi juga mendapati adanya sejumlah kelompok geng motor yang terlibat, yakni Talang Dantuk Motor (TDM), Official Gang Kecil dari Air Latak, serta STL (Simpang Tiga Loket) atau OPM506 dari wilayah Liku Tiga.
Berdasarkan pengakuan para remaja, aksi tersebut dilakukan karena terinspirasi dari kelompok gangster yang marak muncul di Kota Bengkulu. Video itu direkam saat bulan Ramadan di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma. Namun, video tersebut kembali diunggah ke media sosial pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar pukul 01.00 WIB dan kemudian viral setelah tersebar melalui akun Facebook Radar Seluma.
Hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) yang dilakukan polisi mengungkap identitas sembilan remaja yang dikenali dalam video. Mereka yakni RD, AD, DV dan ID yang merupakan warga Desa Talang Perapat. Kemudian AA dan HE warga Talang Dantuk, AD dan RF warga Kelurahan Air Latak, serta WD warga Kelurahan Bunga Mas.
Selain mengidentifikasi para pelaku, polisi juga mendata jumlah senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut. Tercatat ada tujuh bilah celurit yang dibawa oleh AA, HE, AD, RF, WD, HM dan satu orang lainnya yang identitasnya masih belum diketahui.
"Seluruh senjata tajam yang digunakan akan diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolres.
Kapolres menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran hukum terkait kepemilikan dan penggunaan senjata tajam.
Sebagai langkah lanjutan, berdasarkan kesepakatan antara keluarga dan pihak kepolisian, sembilan remaja yang berada dalam video beserta barang bukti tujuh bilah celurit dijadwalkan hadir di Polsek Seluma Timur pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 09.00 WIB. Sementara itu, dua remaja yang sebelumnya diamankan telah dipulangkan ke rumah masing-masing dengan jaminan dari pihak keluarga dan diketahui oleh perangkat RT setempat.
BACA JUGA:Wujudkan Desa Wisata Konservasi, BKSDA Bengkulu Bina Warga Desa Kunkai Seluma
Polisi juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka guna mencegah keterlibatan dalam aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.(ctr