Pengadaan Sapi di Nanti Agung Seluma Dilaporkan BPD ke Inspektorat

Selasa 10-03-2026,17:55 WIB
Reporter : Tri Suparman
Editor : Jeffri Ginting

BACA JUGA: Tak Sampai Sejam, Bazar Murah Disperindagkop Seluma Ludes Diserbu Warga

Bahkan Darmi juga mengungkapkan bahwa, pada saat ini jumlah sapi yang tersisa tinggal tujuh ekor. Hal tersebut disebabkan satu ekor anak sapi dilaporkan mati karena mengidap penyakit setelah pengadaan dilakukan.

 

"Dari delapan ekor anak sapi yang dibeli, sekarang tinggal tujuh ekor karena satu ekor mati akibat sakit," jelasnya.

 

Dirinya juga menambahkan, persoalan tersebut sebenarnya telah dibahas di tingkat desa. Namun hingga saat ini belum ditemukan solusi atau penyelesaian yang jelas. Sehingga BPD memutuskan untuk berkonsultasi langsung dengan Inspektorat Kabupaten Seluma.

 

Dalam pertemuan tersebut, pihak Inspektorat menyarankan agar persoalan tersebut terlebih dahulu diselesaikan melalui mekanisme musyawarah di tingkat desa. Jika upaya penyelesaian di desa tidak menemukan titik terang, maka BPD dipersilakan untuk menyampaikan laporan resmi secara tertulis kepada Inspektorat.

 

"Tadi kami sudah berkonsultasi langsung dengan Plt Irban V Inspektorat. Kami diminta untuk mencoba menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu di tingkat desa," terang Darmi.

 

Bahkan dirinya juga menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada tanggapan atau penyelesaian dari pihak terkait di desa. Maka BPD akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membuat laporan resmi ke Inspektorat Kabupaten Seluma.

 

BACA JUGA: Tak Sampai Sejam, Bazar Murah Disperindagkop Seluma Ludes Diserbu Warga

"Kalau tidak ada respon atau penyelesaian di desa, kami akan membuat laporan tertulis ke Inspektorat agar dilakukan audit investigasi," tegasnya.

 

Kategori :