Sementara itu, laporan Chainalysis memperkirakan bahwa sebagian aktivitas crypto Iran juga berkaitan dengan jaringan yang berhubungan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
TRM Labs mengidentifikasi lebih dari 5.000 alamat wallet yang dikaitkan dengan kelompok tersebut, dengan total pergerakan dana sekitar $3 miliar sejak 2023.
Lonjakan penggunaan stablecoin di berbagai negara juga menarik perhatian regulator global.
Dalam laporannya, Financial Action Task Force (FATF) menyebut bahwa stablecoin menyumbang sekitar 84% dari total volume transaksi crypto ilegal pada 2025.
Laporan tersebut juga menyoroti penggunaan stablecoin oleh aktor Iran dalam aktivitas yang berkaitan dengan penghindaran sanksi finansial.
BACA JUGA: Baru 2 Gerai Koperasi Merah Putih Selesai di Seluma
FATF mendorong negara-negara untuk memperkuat pengawasan terhadap stablecoin, termasuk kemampuan membekukan aset dan memblokir alamat wallet yang terlibat dalam aktivitas ilegal.