Langkah ini diambil untuk memperlambat penurunan nilai mata uang lokal yang tercermin dari harga USDT.
Serangan udara pada 28 Februari juga menguji ketahanan ekosistem crypto Iran.
Menurut analisis TRM Labs, serangan tersebut menyebabkan konektivitas internet Iran turun hingga sekitar 99%. Dampaknya langsung terasa pada pasar crypto.
BACA JUGA:Toyota Hilux Mobil Desain Mewah dan Canggih Terpopuler di Pasar Otomotif di Indonesia
Dalam beberapa hari setelah serangan:
Volume transaksi crypto turun sekitar 80%
Beberapa exchange menangguhkan penarikan dana
Sejumlah platform membatasi transaksi crypto dan rial
Meski demikian, ekosistem crypto Iran tidak runtuh. TRM Labs menyebut kondisi ini sebagai “evidence of stress, not failure”, yang berarti sistem mengalami tekanan tetapi tetap berfungsi.
Laporan sebelumnya dari perusahaan riset blockchain Elliptic juga mengungkap bahwa Bank Sentral Iran diduga telah memperoleh setidaknya $507 juta dalam bentuk USDT.
Strategi tersebut disebut sebagai upaya untuk menghindari sistem perbankan global yang dibatasi oleh sanksi internasional.