7 Jenis Rumah yang Dicabut Keberkahannya oleh Allah SWT: Peringatan Keras bagi Setiap Keluarga Muslim

Selasa 03-02-2026,10:58 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Tujuh jenis rumah di atas bukanlah vonis mutlak, melainkan peringatan agar setiap keluarga Muslim melakukan muhasabah. Keberkahan adalah karunia Allah yang dapat diraih melalui iman, ibadah, akhlak mulia, serta menjauhi maksiat. Sebaliknya, shalat yang ditinggalkan, Al-Qur’an yang dilupakan, dosa yang dibiarkan, dan rezeki haram yang dikonsumsi menjadi sebab dicabutnya rahmat Ilahi.

Sudah sepatutnya setiap kepala keluarga menjadikan rumahnya sebagai “taman surga” kecil di dunia: tempat shalat berjamaah ditegakkan, ayat-ayat Allah dibacakan, doa-doa dipanjatkan, serta kasih sayang ditebar. Dengan demikian, rumah bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga diliputi sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Semoga Allah SWT menjadikan rumah-rumah kita sebagai tempat turunnya malaikat, bukan tempat berdiamnya setan; sebagai pusat keberkahan, bukan sumber petaka. Wallahu a’lam bish-shawab. (djl)

 

Cara Menghadirkan Keberkahan Allah dalam Rumah Tangga Muslim

 

Amalan Harian Agar Rumah Dipenuhi Rahmat dan Ketenteraman

 

#RumahDicabutKeberkahannyaOlehAllah

#CiriRumahTidakDiberkahiAllah

#RumahDalamPandanganIslamLengkap

#KeberkahanRumahTanggaMuslimSejati

#AmalanMenghadirkanRahmatAllah

#HindariRumahPenuhKemaksiatanh yang Dicabut Keberkahannya oleh Allah SWT: Peringatan Keras bagi Setiap Keluarga Muslim

Reporter: Juliumah bukan sekadar bangunan fisik tempat berteduh dari panas dan hujan. Dalam Islam, rumah adalah pusat pembinaan iman, akhlak, dan ketenteraman jiwa. Di sanalah shalat ditegakkan, anak-anak dibesarkan dengan nilai tauhid, serta dzikir dan doa dipanjatkan. Rasulullah SAW bahkan menyebut rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an sebagai rumah yang bercahaya bagi penduduk langit.   Namun, Islam juga mengingatkan bahwa tidak semua rumah dipenuhi keberkahan. Ada rumah-rumah yang justru kehilangan rahmat Allah karena penghuninya melanggar perintah-Nya, menyepelekan ibadah, atau membiarkan kemaksiatan tumbuh subur. Keberkahan bukan soal luas bangunan atau kemewahan perabotan, tetapi tentang ketaatan kepada Allah SWT.   Allah berfirman:   وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ   Artinya: “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)   Ayat ini menegaskan bahwa iman dan takwa adalah kunci turunnya keberkahan. Sebaliknya, dosa dan kelalaian adalah sebab dicabutnya rahmat. Berikut ini tujuh jenis rumah yang diperingatkan dalam ajaran Islam sebagai rumah yang terancam kehilangan keberkahan Allah SWT.   1. Rumah yang Tidak Pernah Didirikan Shalat   Shalat adalah tiang agama. Jika shalat diabaikan, maka fondasi spiritual rumah itu runtuh.   Allah SWT berfirman:   فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ   Artinya: “Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) mereka yang lalai terhadap shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5)   Rasulullah SAW bersabda:   الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ   Artinya: “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat; siapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)   Rumah yang penghuninya tidak menjaga shalat akan kehilangan cahaya iman, sehingga mudah diliputi kegelisahan dan pertengkaran.   2. Rumah yang Dipenuhi Kemaksiatan   Kemaksiatan seperti minuman keras, perjudian, zina, atau tontonan yang merusak akhlak menjadi sebab turunnya murka Allah.   Allah SWT berfirman:   وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا   Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)   Jika rumah menjadi tempat bebasnya dosa, malaikat rahmat enggan masuk, dan keberkahan pun sirna.   3. Rumah yang Tidak Pernah Dibacakan Al-Qur’an   Rasulullah SAW bersabda:   اجْعَلُوا مِنْ بُيُوتِكُمْ صَلَاةً وَلَا تَجْعَلُوهَا قُبُورًا   Artinya: “Jadikanlah sebagian shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan.” (HR. Muslim)   Dalam riwayat lain disebutkan bahwa rumah yang dibacakan Al-Qur’an akan terasa lapang dan dipenuhi rahmat, sedangkan rumah yang kosong dari Al-Qur’an terasa sempit dan gelap. Ketika lantunan wahyu Allah tak pernah terdengar, rumah itu kehilangan cahaya spiritualnya.   4. Rumah yang Diwarnai Kezaliman dan Pertengkaran   Kezaliman antaranggota keluarga, kekerasan, serta pertengkaran yang terus-menerus adalah tanda hilangnya ketenteraman.   Allah SWT berfirman:   وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ   Artinya: “Dan janganlah kamu mengira Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zalim.” (QS. Ibrahim: 42)   Rumah yang tidak dibangun di atas kasih sayang dan keadilan akan kehilangan sakinah yang dijanjikan Allah dalam pernikahan.   5. Rumah yang Penghuninya Gemar Ghibah dan Fitnah   Ghibah dan fitnah merusak hubungan dan mengundang murka Allah. Allah SWT berfirman:   وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا   Artinya: “Janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain….” (QS. Al-Hujurat: 12)   Jika lisan di dalam rumah tak dijaga, keberkahan rezeki dan ketenteraman akan terkikis.   6. Rumah yang Dipenuhi Harta Haram   Rezeki yang haram hasil riba, korupsi, penipuan, atau kecurangan menjadi sebab doa tidak dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda:   إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا   Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)   Harta haram mungkin tampak melimpah, tetapi sejatinya mengundang kesempitan hidup dan hilangnya ketenangan.   7. Rumah yang Lalai dari Dzikir dan Doa   Dzikir adalah penguat hati. Jika rumah sepi dari mengingat Allah, setan mudah menguasainya. Allah SWT berfirman:   أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ   Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)   Rumah tanpa dzikir akan mudah diselimuti kegelisahan dan konflik batin.   Tujuh jenis rumah di atas bukanlah vonis mutlak, melainkan peringatan agar setiap keluarga Muslim melakukan muhasabah. Keberkahan adalah karunia Allah yang dapat diraih melalui iman, ibadah, akhlak mulia, serta menjauhi maksiat. Sebaliknya, shalat yang ditinggalkan, Al-Qur’an yang dilupakan, dosa yang dibiarkan, dan rezeki haram yang dikonsumsi menjadi sebab dicabutnya rahmat Ilahi.   Sudah sepatutnya setiap kepala keluarga menjadikan rumahnya sebagai “taman surga” kecil di dunia: tempat shalat berjamaah ditegakkan, ayat-ayat Allah dibacakan, doa-doa dipanjatkan, serta kasih sayang ditebar. Dengan demikian, rumah bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga diliputi sakinah, mawaddah, dan rahmah.   Semoga Allah SWT menjadikan rumah-rumah kita sebagai tempat turunnya malaikat, bukan tempat berdiamnya setan; sebagai pusat keberkahan, bukan sumber petaka. Wallahu a’lam bish-shawab. (djl) 

Kategori :