Amalan Pahalanya Yang Terus Mengalir
Kamis 12-02-2026,12:45 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Amlah jariyah sepanjang masa--
Part 1: Investasi Abadi yang Tidak Terputus oleh Kematian
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Dunia hanyalah tempat singgah sementara, sedangkan akhirat adalah negeri yang kekal selamanya. Karena itu, setiap muslim tentu berharap membawa bekal terbaik ketika menghadap Allah SWT.
Namun ada kabar gembira dari Rasulullah SAW. Ternyata ada amalan tertentu yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah wafat dan jasadnya telah berada di alam kubur. Inilah yang disebut sebagai amal jariyah — amalan yang terus memberikan manfaat dan pahala tanpa henti.
Rasulullah SAW bersabda:
سَبْعٌ يَجْرِيْ لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ أَجْرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوَ غَرَسَ نَخْلًا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ
Artinya:
“Ada tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir untuk seorang hamba setelah dia meninggal, padahal dia berada di dalam kuburnya…” (HR. Al-Bazzar dan Al-Baihaqi, dinilai hasan oleh Al-Albani).
Pelajaran Penting dari Hadits
Orang yang telah meninggal dunia pada hakikatnya terputus dari amal. Mereka berada dalam kesendirian di alam kubur dan menunggu hari hisab. Namun Allah memberikan keistimewaan bagi sebagian hamba-Nya, yaitu pahala yang tetap mengalir meskipun mereka telah wafat. Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” (QS. Yasin: 12)
Ayat ini menegaskan bahwa bukan hanya amal yang dicatat, tetapi juga jejak dan dampaknya. Inilah makna keberlanjutan pahala.
Pertama:
Mengajarkan Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang membawa manusia mengenal Allah, membedakan yang halal dan haram, serta membimbing ke jalan kebenaran.
Imam Ahmad rahimahullah berkata:
الحمد لله الذي جعل في كل زمان فترة من الرسل بقايا من أهل العلم...
Beliau memuji para ulama yang menghidupkan hati manusia dengan ilmu, menerangi kebodohan dengan cahaya Al-Qur’an.
Ketika seorang guru wafat, ilmu yang ia ajarkan tetap hidup. Selama muridnya mengamalkan ilmu tersebut, pahala terus mengalir.
Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa bukan hanya ilmu syar’i, bahkan ilmu dunia yang bermanfaat pun termasuk dalam keumuman hadits ini selama membawa manfaat dan tidak bertentangan dengan syariat.
Betapa luar biasanya investasi ini. Mengajar satu orang, lalu ia mengajar orang lain, maka pahala berantai akan terus bertambah tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Kedua:
Mengalirkan Sungai atau Sumber Air
Air adalah sumber kehidupan. Mengalirkan sungai yang mati atau membuat saluran air untuk masyarakat adalah amal yang sangat besar nilainya.
Di daerah yang kekurangan air, satu sumber air bisa menyelamatkan banyak kehidupan. Setiap tetes yang diminum, setiap tanaman yang tumbuh, bahkan setiap hewan yang terbantu semuanya menjadi ladang pahala.
Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan kemaslahatan sosial.
Ketiga:
Menggali Sumur
Rasulullah SAW bersabda:
فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
Artinya: “Pada setiap makhluk yang bernyawa ada pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Memberi minum seekor anjing saja bisa menjadi sebab ampunan dosa. Lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang digunakan ratusan orang setiap hari?
Bayangkan satu sumur digunakan selama puluhan tahun. Berapa banyak pahala yang terkumpul? Inilah amal yang terus berbunga meski pemiliknya telah tiada.
Keempat:
Menanam Pohon yang Bermanfaat
Mengapa disebutkan pohon kurma? Karena kurma adalah pohon penuh manfaat. Buahnya bergizi, batangnya berguna, daunnya bisa dimanfaatkan.
Namun para ulama menjelaskan bahwa semua pohon yang memberi manfaat termasuk dalam keutamaan ini.
Setiap buah yang dimakan, setiap orang yang berteduh, bahkan setiap burung yang hinggap semuanya bernilai pahala.
Menanam pohon berarti meninggalkan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. (djl)
Bersambung ke Part 2:
Sumber: