Lebih jauh, Sri mengungkapkan bahwa selama itu Aurelie kerap menerima ancaman dari Roby, sehingga memilih diam dan jarang pulang ke rumah. Ancaman tersebut membuat Aurelie merasa tertekan dan enggan bercerita kepada keluarga. Kini, Sri merasa sedikit lega karena putrinya mulai berani terbuka dan menceritakan pengalaman pahit yang selama ini dipendam.
“Aurelie sering diancam Roby, makanya dia diam. Tapi sekarang sudah mulai terbuka,” tuturnya.
Mengetahui putrinya diduga menjadi korban child grooming, Sri Sumarti tidak tinggal diam. Ia sempat berupaya menyelamatkan Aurelie dengan melaporkan kasus tersebut ke lembaga perlindungan anak. Langkah itu diambil karena pada saat itu Aurelie dinilai belum cukup usia untuk menikah.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil yang jelas. Proses mediasi yang dijalani tidak menemukan titik terang, hingga akhirnya Aurelie memilih menyelesaikan persoalan hidupnya dengan caranya sendiri.
BACA JUGA:Ibu Mertua Aurelie Moeremans Ungkap Pesan Haru Usai Rilis Buku Broken Strings
KPAI Benarkan Aurelie dan Ibunya Pernah Datang Meminta Perlindungan
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kala itu, Hadi Supeno, membenarkan bahwa Aurelie Moeremans pernah datang ke kantor KPAI bersama ibunya, Sri Sumarti. Menurutnya, kedatangan tersebut merupakan yang pertama bagi Aurelie, sementara sang ibu tercatat sudah dua kali mendatangi KPAI.