Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
﴿فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ﴾
Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)
Ayat ini menjelaskan bagaimana kelembutan Rasulullah SAW menjadi kunci dalam menaklukkan hati para sahabat, termasuk Umar bin Khattab. Kelembutan beliau bukanlah kelemahan, tetapi kekuatan spiritual yang mampu mengubah jiwa manusia.
Kisah Rasulullah SAW dalam menguatkan Umar bin Khattab RA adalah gambaran nyata dari kekuatan dakwah yang berlandaskan kasih sayang dan kebijaksanaan. Rasulullah SAW tidak hanya menuntun Umar untuk beriman, tetapi juga membentuknya menjadi seorang pemimpin yang berjiwa besar, adil, dan tegas di jalan Allah. Melalui bimbingan Nabi, Umar berubah dari sosok yang keras dan menentang Islam menjadi pejuang sejati yang membela agama Allah hingga akhir hayatnya.
Kisah ini memberikan pelajaran penting bagi umat Islam hari ini bahwa perubahan sejati hanya akan datang ketika hati disentuh oleh hikmah dan kasih. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kekuatan bukan hanya terletak pada ketegasan, tetapi juga pada kelembutan yang lahir dari iman yang mendalam.
Sebagaimana Umar RA yang dulunya keras menjadi lembut karena bimbingan Rasulullah, demikian pula manusia masa kini dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika meneladani akhlak dan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW. (djl)