Asal Usul Hari Sabtu: Keistimewaan dan Peristiwa Penting dalam Perspektif Islam

Sabtu 20-09-2025,14:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلَّذِينَ ٱعْتَدَوا۟ مِنكُمْ فِى ٱلسَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَـٰسِـِٔينَ

Artinya:
“Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui orang-orang yang melanggar di antara kamu pada hari Sabtu, lalu Kami katakan kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina.’” (QS. Al-Baqarah:65)

Kisah ini mengandung pelajaran bahwa hari Sabtu menjadi simbol ketaatan atau pelanggaran terhadap perintah Allah.

BACA JUGA:Perjalanan Ilmu Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Dari Negeri Persia Menuju Pusat Peradaban Islam Baghdad

Keistimewaan Hari Sabtu Menurut Hadits

Dalam hadits, hari Sabtu juga disebutkan dalam konteks tertentu. Rasulullah SAW memberi isyarat mengenai urutan penciptaan dan peristiwa alam semesta yang dikaitkan dengan hari-hari tertentu, meskipun sebagian ulama berdebat tentang kesahihan riwayatnya.

Salah satu riwayat menyebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِيَدِي فَقَالَ: "خَلَقَ اللَّهُ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ"

Artinya:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah SAW memegang tanganku dan bersabda: “Allah menciptakan tanah pada hari Sabtu...” (HR. Muslim)

Walau demikian, sebagian ulama menilai hadits ini perlu diteliti lebih jauh tingkat kesahihannya. Namun, hal ini menunjukkan bahwa hari Sabtu termasuk dalam siklus penciptaan yang disebutkan dalam tradisi Islam.

Hikmah yang Bisa Dipetik dari Hari Sabtu

1.Hari ujian ketaatan: Sabtu menjadi pelajaran tentang bagaimana Bani Israil diuji dengan larangan berburu. Umat Islam diingatkan agar tidak mengulang sikap licik mereka.

2.Hari istirahat: Dalam bahasa aslinya, Sabtu bermakna berhenti. Secara filosofis, manusia perlu mengambil waktu untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia demi mengingat Allah.

3.Peringatan akan tipu daya: Allah menegur keras kaum yang melanggar aturan pada hari Sabtu, sehingga menjadi pelajaran agar kita tidak mempermainkan syariat.

 

4.Bagian dari siklus penciptaan: Hari Sabtu tetap memiliki kedudukan dalam sejarah kosmik penciptaan alam.

Hari Sabtu dalam Islam tidak  memiliki keutamaan seperti hari Jumat, tetapi ia tetap penting untuk dipelajari karena memuat banyak hikmah. Asal-usulnya terkait dengan tradisi Bani Israil, yang kemudian dijadikan pelajaran bagi umat Islam. Peristiwa Ashab as-Sabt menjadi bukti nyata bagaimana pelanggaran terhadap ketentuan Allah mendatangkan azab.

Sebagai umat Muhammad SAW, kita tidak diwajibkan mengagungkan hari Sabtu sebagaimana Bani Israil. Namun, kita wajib mengambil ibrah dari kisah mereka. Hari Sabtu menjadi cermin bahwa ketaatan adalah kunci kemuliaan, sementara kelicikan terhadap hukum Allah akan berakhir dengan kehinaan.

Kategori :