Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Dalam kehidupan ini, manusia seringkali terjebak dalam rutinitas duniawi yang penuh dengan gemerlap, kesenangan sesaat, dan ambisi yang tak berujung. Dunia dengan segala pesonanya bisa menipu hati, membuat manusia lupa bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat. Oleh karena itu, Allah SWT memberikan peluang kepada hamba-Nya untuk melakukan hijrah berpindah dari jalan yang salah menuju jalan yang diridhai-Nya, dari dunia yang fana menuju akhirat yang abadi.
Hijrah bukan hanya peristiwa sejarah perpindahan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga simbol transformasi spiritual dan pergeseran orientasi hidup. Perjalanan hijrah sejati adalah meninggalkan kecintaan berlebih terhadap dunia, untuk mengejar ridha Allah dan kenikmatan surga.
Makna Hijrah dalam Islam
Secara bahasa, hijrah berarti berpindah atau meninggalkan sesuatu. Dalam konteks syariat, hijrah bermakna meninggalkan segala bentuk maksiat dan keburukan menuju ketaatan dan ketundukan kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ"
Artinya: “Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menegaskan bahwa hijrah sejati bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perpindahan nilai, niat, dan tindakan. Ia merupakan tekad kuat untuk mengubah hidup dari cinta dunia menjadi cinta akhirat, dari menuruti hawa nafsu menjadi mengikuti petunjuk Ilahi.
BACA JUGA:Hijrah Menuju Kebaikan Hakiki: Tinggalkan Maksiat, Genggam Ketaatan
Dunia yang Sementara, Akhirat yang Kekal
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau:
"وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ"
Artinya: “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka apakah kamu tidak mengerti?” (QS. Al-An'am: 32)
Ayat ini menegaskan bahwa dunia tidak layak dijadikan tujuan utama. Dunia hanyalah sarana, sedangkan tujuan sesungguhnya adalah akhirat. Maka, hijrah dari dunia menuju akhirat berarti menjadikan kehidupan ini sebagai ladang amal untuk memetik hasilnya kelak di negeri abadi.
Kisah Teladan Para Sahabat
Para sahabat Nabi adalah contoh nyata bagaimana hijrah fisik mereka menjadi simbol hijrah batin. Mereka meninggalkan rumah, harta, bahkan keluarga demi mempertahankan iman. Namun, mereka juga melakukan hijrah spiritual dengan meninggalkan kebiasaan jahiliyah, nafsu dunia, dan menggantinya dengan ketaatan kepada Allah.