Muhammadiyah 1 Ramadan 2026 pada 18 Maret, NU Tunggu Rukyatul Hilal, BRIN 19 Maret
Pemantauan hilal--
Jakarta, Radarseluma.Disway.id - Awal Ramadhan tahun 2026 ni diperkirakan akan berbeda. Padahal penentuan awal puasa Ramadan 2026 menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Saat ini sejumlah lembaga, mulai pemerintah, organisasi keagamaan, hingga lembaga riset, telah menyampaikan prakiraan masing-masing.
Perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah membuat tanggal awal puasa kerap dinantikan.
BACA JUGA:Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat di 2025, Capai USD 41,05 Miliar
BACA JUGA: Sedan Listrik XPeng The Next P7 Mejeng Sudah Dibekali Teknologi AI, Mejeng di IIMS 2026
Prakiraan 1 Ramadan versi pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Merujuk informasi dari Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.
Sidang isbat diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab, kemudian dilanjutkan laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah. Hasil sidang tersebut menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang diumumkan pemerintah kepada masyarakat.
Sementara Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadan dengan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Mengacu pada data hilal yang dipublikasikan melalui situs resmi NU Online, posisi hilal pada akhir Syaban 1447 Hijriah menjadi faktor utama dalam penentuan awal puasa.
NU akan menggelar rukyatul hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Jika hilal teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan ditetapkan keesokan harinya. Keputusan akhir biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dihimpun dan dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.
Sumber: