Hijrah Menuju Kebaikan Hakiki: Tinggalkan Maksiat, Genggam Ketaatan

Hijrah Menuju Kebaikan Hakiki: Tinggalkan Maksiat, Genggam Ketaatan

Radarseluma.disway.id - Hijrah Menuju Kebaikan Hakiki: Tinggalkan Maksiat, Genggam Ketaatan--

Reporter: Juli Irawan  

Radarseluma.disway.id - Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti pernah terjatuh dalam kesalahan dan maksiat. Namun Allah SWT yang Maha Pengampun senantiasa membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali ke jalan yang benar. Maka, hijrah—berpindah dari kehidupan maksiat menuju taat bukan hanya sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan ruhani dan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT.

Hijrah secara bahasa berarti berpindah. Dalam konteks syar’i, hijrah bermakna meninggalkan segala bentuk kemaksiatan menuju kehidupan yang diridhai Allah. Perjalanan ini bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual, mental, dan sosial. Ini adalah proses panjang yang membutuhkan tekad kuat, istiqamah, dan keyakinan pada ampunan serta pertolongan Allah.

Makna Hijrah: Dari Dosa Menuju Ampunan

Allah SWT berfirman:

"إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُو۟لَـٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا"

Artinya: "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 70)

Ayat ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Allah. Tidak hanya mengampuni, bahkan mengganti dosa-dosa menjadi pahala bagi mereka yang sungguh-sungguh berhijrah menuju kebaikan. Ini adalah bentuk penghargaan ilahi atas usaha hamba-Nya yang kembali pada fitrah.

Hijrah bukan berarti kita telah suci dari dosa, tetapi kita berusaha meninggalkan dosa itu. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda:

"الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ"

Artinya: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari, no. 10)

Hadis ini menegaskan bahwa hijrah bukan sekadar pindah tempat atau penampilan luar, tapi lebih kepada perubahan hati dan amal.

BACA JUGA:Nilai Kesabaran dalam Peristiwa Hijrah: Keteladanan Abadi dari Rasulullah SAW dan Para Sahabat

Proses Hijrah: Perjuangan Menuju Cahaya

Sumber:

Berita Terkait