Artinya: "Seseorang berada di atas agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan siapa temannya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
5. Belajar dan Terus Memperbaiki Diri
Hijrah sejati adalah proses belajar sepanjang hayat. Orang yang istiqamah dalam menuntut ilmu agama akan selalu terbimbing di jalan yang benar.
Buah Manis dari Hijrah
Hijrah menuju ketaatan bukan jalan yang mudah, tapi penuh keutamaan:
• Dijamin Surga
"إِنَّ ٱلَّذِينَ آمَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ"
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 218)
• Dihapus Dosa
Hijrah yang tulus menjadi sebab pengampunan dosa masa lalu.
• Diperbaiki Hidupnya
Orang yang berhijrah akan diberi jalan keluar dan keberkahan oleh Allah.
"وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ"
Artinya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2–3)
BACA JUGA:Meneladani Hijrah Nabi SAW: Refleksi Nilai Spiritual di Tengah Tantangan Kehidupan Modern
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Hijrah bukan semata perpindahan fisik, tapi lebih dalam dari itu. Ia adalah revolusi hati, transformasi jiwa, dan komitmen hidup untuk taat kepada Allah. Setiap orang punya peluang yang sama untuk hijrah, tidak peduli seburuk apapun masa lalunya. Karena Allah tidak melihat masa lalu, tapi masa kini dan arah masa depan hamba-Nya.