Hijrah Menuju Kebaikan Hakiki: Tinggalkan Maksiat, Genggam Ketaatan

Senin 30-06-2025,11:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

1. Sadar dan Menyesal

Tidak akan ada hijrah tanpa kesadaran akan kesalahan. Penyesalan adalah tanda bahwa hati masih hidup. Rasulullah SAW bersabda:

"النَّدَمُ تَوْبَةٌ"

Artinya: "Penyesalan adalah taubat." (HR. Ibnu Majah)

2. Niat yang Ikhlas

Hijrah harus dilandasi niat karena Allah, bukan karena manusia atau dunia.

"إِنَّمَا ٱلْأَعْمَالُ بِٱلنِّيَّـٰتِ..."

Artinya: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya..." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Memutus Rantai Maksiat

Tinggalkan tempat, teman, atau lingkungan yang mendorong kepada kemaksiatan.

Dalam QS. An-Nisa: 97, Allah mencela orang yang tidak berhijrah dari lingkungan yang buruk:

"أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا"

Artinya: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu bisa berhijrah di dalamnya?"

4. Mencari Lingkungan yang Mendukung

Kawan yang baik akan membantu istiqamah dalam hijrah. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda:

"الرَّجُلُ عَلَىٰ دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ"

Kategori :