1. Sadar dan Menyesal
Tidak akan ada hijrah tanpa kesadaran akan kesalahan. Penyesalan adalah tanda bahwa hati masih hidup. Rasulullah SAW bersabda:
"النَّدَمُ تَوْبَةٌ"
Artinya: "Penyesalan adalah taubat." (HR. Ibnu Majah)
2. Niat yang Ikhlas
Hijrah harus dilandasi niat karena Allah, bukan karena manusia atau dunia.
"إِنَّمَا ٱلْأَعْمَالُ بِٱلنِّيَّـٰتِ..."
Artinya: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya..." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Memutus Rantai Maksiat
Tinggalkan tempat, teman, atau lingkungan yang mendorong kepada kemaksiatan.
Dalam QS. An-Nisa: 97, Allah mencela orang yang tidak berhijrah dari lingkungan yang buruk:
"أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةً فَتُهَاجِرُوا۟ فِيهَا"
Artinya: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu bisa berhijrah di dalamnya?"
4. Mencari Lingkungan yang Mendukung
Kawan yang baik akan membantu istiqamah dalam hijrah. Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda:
"الرَّجُلُ عَلَىٰ دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ"