وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ
Artinya: "Kesabaran itu cahaya." (HR. Muslim no. 223)
Makna dari hadits ini adalah bahwa sabar itu menerangi jalan kehidupan seorang mukmin, sebagaimana cahaya yang menunjukkan arah dalam kegelapan. Nabi Ayyub AS menjadi contoh terang benderang dari hadits ini: kesabarannya membimbingnya menuju ridha dan pertolongan Allah SWT.
BACA JUGA:Menjaga Spirit Haji di Mana pun Berada: Ibadah Haji Bukan Hanya di Tanah Suci
Pelajaran Penting dari Kisah Nabi Ayyub AS
1. Ujian adalah Tanda Cinta Allah Ujian bukan bentuk kebencian Allah kepada hamba-Nya, justru sebaliknya. Nabi SAW bersabda:
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ
Artinya: "Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya cobaan. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka." (HR. Tirmidzi, no. 2396)
2. Tidak Mengeluh kepada Makhluk Nabi Ayyub hanya mengadu kepada Allah, bukan kepada manusia. Ia berkata:
إِنِّي مَسَّنِيَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
Artinya: "Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83)
Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin sejati hendaknya lebih banyak mengadu kepada Allah, bukan menyebarkan keluh kesah kepada sesama.
3. Keteguhan Iman dalam Segala Keadaan Nabi Ayyub tetap menyembah Allah dalam kondisi sehat maupun sakit, kaya maupun miskin. Iman yang teguh seperti inilah yang dicintai oleh Allah.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa kisah Nabi Ayyub AS adalah pelita dalam kegelapan bagi siapa saja yang sedang menghadapi ujian kehidupan. Allah telah memperlihatkan bahwa kesabaran itu tidak sia-sia. Allah tidak hanya menyembuhkannya dan mengembalikan hartanya, tetapi juga menggandakan keberkahan hidupnya.
Umat Islam masa kini yang menghadapi berbagai tantangan, baik dalam bentuk ekonomi, kesehatan, atau keluarga, seharusnya menjadikan kisah Nabi Ayyub sebagai inspirasi utama. Karena sesungguhnya, kesabaran adalah jalan terpendek menuju pertolongan Allah.
Marilah kita semua belajar dari Nabi Ayyub AS untuk tidak mudah putus asa dalam menghadapi ujian hidup. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berikhtiar sambil menjaga keimanan dan ketundukan kepada Allah. Semoga kita semua termasuk golongan hamba-hamba yang sabar dan dikasihi oleh-Nya.