Menjaga Keadilan dalam Rumah Tangga dan Masyarakat: Pilar Harmoni dalam Islam

Minggu 15-06-2025,15:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS. An-Nahl: 90)

Ayat ini menjadi landasan universal bahwa perintah keadilan datang langsung dari Allah SWT. Setiap warga masyarakat harus menegakkan keadilan, baik sebagai pemimpin, pedagang, tetangga, atau sahabat. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari Rasulullah SAW bersabda: 

"انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا"

Artinya: “Tolonglah saudaramu, baik ia seorang yang zalim maupun dizalimi.” (HR. Bukhari)

Sahabat bertanya, “Bagaimana menolong orang yang zalim?” Rasul menjawab: “Dengan mencegahnya dari melakukan kezaliman.” Ini menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keadilan sosial.

III. Keadilan sebagai Cermin Iman dan Taqwa

Keadilan bukan sekadar tuntutan sosial, tapi juga manifestasi keimanan dan ketakwaan. Seorang mukmin tidak akan membiarkan dirinya berlaku zalim, bahkan kepada orang yang dibenci sekalipun. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ma'idah ayat 8 yang berbunyi: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ، وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا، اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…”(QS. Al-Ma’idah: 8)

Ayat ini sangat dalam maknanya. Keadilan tidak boleh dipengaruhi oleh emosi atau sentimen pribadi. Ia harus ditegakkan bahkan kepada musuh, karena itulah tanda keimanan dan ketakwaan yang sejati.

BACA JUGA:Teguh di Atas Kebenaran: Loyalitas Sejati Seorang Muslim dalam Pandangan Islam

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Keadilan adalah pilar utama dalam membangun kehidupan yang diridhai Allah, baik dalam lingkup rumah tangga maupun masyarakat luas. Ketika suami, istri, orang tua, anak-anak, tetangga, dan warga masyarakat menegakkan prinsip keadilan, maka ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian akan tercipta secara alami.

Keadilan bukan sekadar konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata: berkata jujur, bersikap adil, tidak menyakiti, dan tidak merampas hak orang lain. Inilah makna hakiki dari Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Sebagai umat Islam, kita wajib menjadikan keadilan sebagai bagian dari identitas diri. Dalam rumah tangga, keadilan mendatangkan cinta dan keharmonisan. Dalam masyarakat, keadilan melahirkan persaudaraan dan keamanan. Mari kita renungkan dan amalkan nilai-nilai keadilan dalam setiap langkah kehidupan. (djl) 

Kategori :