Menjaga Lisan dari Perkataan yang Sia-Sia: Antara Adab dan Amanah Lisan dalam Pandangan Islam

Minggu 08-06-2025,12:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi prinsip emas dalam menjaga lisan. Jika seseorang tidak mampu mengatakan sesuatu yang baik dan bermanfaat, maka lebih baik ia diam. Diam dalam konteks ini adalah bentuk kehati-hatian dan pengendalian diri yang tinggi.

Dalam hadits lain:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ

Artinya: “Sesungguhnya seseorang benar-benar berbicara dengan satu kata yang ia anggap sepele, namun dengan sebab kata itu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa seriusnya akibat dari lisan yang tidak dijaga. Satu kalimat yang tidak dipikirkan bisa menjerumuskan ke dalam murka Allah.

BACA JUGA:Makna Filosofi Rangkaian Perjalanan Haji Bagi Umat Muslim

Penjelasan Ulama

Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menyebutkan bahwa diam adalah salah satu bentuk ibadah, bila dilakukan dengan niat menjaga diri dari dosa dan sia-sia. Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan, “Seseorang yang menjaga lisannya akan terhindar dari banyak dosa. Karena lisan adalah anggota tubuh yang paling cepat digunakan untuk maksiat.”

Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin membagi ucapan menjadi empat jenis: (1) yang murni manfaat, (2) yang mengandung mudarat, (3) yang mubah, dan (4) yang bercampur antara manfaat dan mudarat. Ia menekankan bahwa hanya ucapan yang murni bermanfaat yang sebaiknya diucapkan. Adapun yang mubah, sebaiknya ditinggalkan demi keselamatan akhirat.

Dampak Negatif Perkataan Sia-Sia

Perkataan sia-sia bisa menimbulkan banyak kerusakan, seperti:

1. Membuang waktu  

Padahal waktu adalah nikmat besar dan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Kategori :