Artinya: “Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim)
Dengan membayar zakat dan sedekah, umat Islam diajarkan untuk peduli terhadap sesama, menghilangkan sifat kikir, dan menumbuhkan kasih sayang di antara masyarakat.
3. Puasa dan Kepekaan Sosial
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk merasakan penderitaan orang lain. Dengan lapar, orang yang berpuasa merasakan bagaimana sulitnya hidup dalam kekurangan. Hal ini menumbuhkan empati dan mendorong untuk membantu.
Rasulullah SAW bersabda:
من لم يدع قول الزور والعمل به، فليس لله حاجة أن يدع طعامه وشرابه
Artinya: “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak butuh pada puasanya dari makan dan minum.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menegaskan bahwa ibadah puasa tidak akan sempurna jika tidak melahirkan perubahan akhlak dan empati sosial.
4. Haji dan Persatuan Umat
Haji mengajarkan persatuan dan persaudaraan. Semua jemaah mengenakan pakaian yang sama, melaksanakan ibadah yang sama tanpa memandang suku, bangsa, atau status sosial. Hal ini membentuk solidaritas dan kesetaraan antar sesama Muslim.
Allah berfirman:
لِيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ
Artinya: “…agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka…” (QS. Al-Hajj: 28)
Salah satu manfaat haji adalah memperkuat rasa kebersamaan dan empati terhadap saudara Muslim di seluruh dunia.
BACA JUGA:Membantu Fakir Miskin: Implementasi Kurban Sosial
Hadits-Hadits yang Menunjukkan Pentingnya Kepedulian Sosial
Selain dalil-dalil Al-Qur'an, banyak hadits yang menekankan pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan beragama. Di antaranya: