Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa: Pahala Mengalir Deras dan Keberkahan Tanpa Batas Bulan Ramadhan

Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa: Pahala Mengalir Deras dan Keberkahan Tanpa Batas Bulan Ramadhan

Radarseluma.disway.id - Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka Puasa: Pahala Mengalir Deras dan Keberkahan Tanpa Batas di Bulan Ramadhan--

Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.diswayq.id - Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Di dalamnya, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Kaum Muslimin berlomba-lomba& memperbanyak ibadah, mulai dari puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, hingga bersedekah. Salah satu amalan yang memiliki keutamaan luar biasa di bulan suci ini adalah memberi makan orang yang berbuka puasa.
 
Memberi makan kepada orang yang berpuasa bukan hanya sekadar aktivitas sosial, tetapi merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam syariat Islam. Bahkan, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira tentang pahala besar bagi siapa saja yang dengan tulus menyediakan makanan berbuka bagi orang lain. Amalan ini menyatukan nilai ibadah vertikal kepada Allah SWT dan nilai sosial kemanusiaan sekaligus.
 
Dalil Al-Qur’an tentang Memberi Makan
 
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
 
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
 
Artinya:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (Sambil berkata), ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.’”
(QS. Al-Insan: 8–9)
 
Ayat ini menjelaskan bahwa memberi makan adalah amalan mulia yang didasari keikhlasan. Meskipun ayat tersebut tidak secara khusus menyebutkan Ramadhan, namun semangatnya sangat relevan dengan praktik memberi makan orang berbuka puasa. Memberi makan di saat orang sangat membutuhkannya yakni saat berbuka setelah seharian menahan lapar dan dahaga merupakan bentuk empati dan ketaqwaan. 
 
 
Hadits Rasulullah SAW tentang Keutamaan Memberi Makan Orang Berbuka
 
Rasulullah SAW bersabda:
 
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
 
Artinya:
“Barang siapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.”. (HR. Tirmidzi)
 
Hadits ini menunjukkan betapa luar biasanya balasan bagi orang yang memberi makan untuk berbuka. Ia akan memperoleh pahala setara dengan orang yang berpuasa, meskipun ia sendiri mungkin tidak merasakan lapar dan dahaga sepanjang hari seperti orang yang diberinya makanan.
 
Ini adalah bentuk kemurahan Allah SWT. Satu amalan sederhana menyediakan makanan berbuka dapat mengantarkan seseorang pada pahala yang berlipat ganda.
 
Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam Bersedekah
 
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, terlebih lagi di bulan Ramadhan. Dalam sebuah hadits disebutkan:
 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya:
“Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
 
Kedermawanan beliau tidak hanya berupa materi, tetapi juga perhatian dan kepedulian kepada sesama. Memberi makan orang berbuka adalah salah satu bentuk nyata dari akhlak mulia tersebut. Maka, meneladani Rasulullah SAW berarti menghidupkan semangat berbagi, khususnya di bulan Ramadhan.
 
 
Hikmah dan Manfaat Memberi Makan Orang Berbuka
 
1. Melatih Keikhlasan dan Empati
 
Memberi makan orang yang berbuka mengajarkan kita untuk peduli terhadap kondisi orang lain. Kita belajar merasakan kebahagiaan ketika melihat orang lain tersenyum karena makanan yang kita berikan.
 
2. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
 
Tradisi buka bersama di masjid, mushala, atau rumah-rumah warga menjadi momen memperkuat persaudaraan. Kebersamaan saat berbuka menumbuhkan rasa persatuan dan solidaritas sosial.
 
3. Menghapus Dosa dan Mendatangkan Keberkahan
 
Sedekah termasuk amalan yang dapat menghapus dosa. Dalam hadits disebutkan bahwa sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.
 
4. Membuka Pintu Rezeki
 
Allah SWT menjanjikan balasan berlipat bagi orang yang bersedekah. Harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan berkurang, justru akan diganti dengan keberkahan yang lebih besar.
 
Tidak Harus Mewah, yang Penting Ikhlas
 
Memberi makan orang berbuka tidak harus dengan hidangan mewah. Bahkan, sebutir kurma atau seteguk air pun sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan sebagaimana dijelaskan para ulama berdasarkan makna umum hadits.
 
Yang terpenting adalah niat yang tulus karena Allah SWT. Memberi sedikit namun ikhlas lebih utama daripada memberi banyak tetapi disertai riya atau ingin dipuji.
 
Implementasi di Tengah Masyarakat
 
Di berbagai daerah, tradisi berbagi takjil dan menyediakan makanan berbuka di masjid menjadi budaya yang terus hidup. Masyarakat bahu-membahu mengumpulkan dana, memasak bersama, dan membagikannya kepada jamaah serta kaum dhuafa.
 
Media seperti Radarseluma.disway.id pun dapat menjadi sarana inspirasi untuk menggerakkan masyarakat agar semakin giat berbagi. Dengan publikasi yang membangun semangat kebaikan, diharapkan semakin banyak orang tergerak untuk ikut serta dalam amal mulia ini.
 
Memberi makan orang berbuka puasa adalah amalan yang memiliki keutamaan luar biasa. Dalil Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW menegaskan bahwa amalan ini mendatangkan pahala besar, bahkan setara dengan pahala orang yang berpuasa itu sendiri.
 
Selain berdimensi ibadah, memberi makan juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Ia mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan. Amalan ini tidak mensyaratkan kekayaan, melainkan keikhlasan.
 
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menanam kebaikan yang akan terus berbuah pahala. Jangan lewatkan kesempatan emas ini hanya karena merasa tidak mampu memberi banyak. Mulailah dari yang sederhana: sebungkus takjil, sepiring nasi, atau segelas air untuk saudara kita yang berbuka.
 
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar berbagi, yang ringan tangan membantu sesama, dan yang mendapatkan pahala berlipat ganda di bulan suci Ramadhan. Aamiin. (djl)

Sumber:

Berita Terkait