BACA JUGA:Dzulqa’dah: Waktu yang Tepat untuk Berbuat Baik dan Memberi
Berqurban: Bukan Sekadar Menyembelih
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hajj ayat 37 yang mana berbunyi:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ
Artinya: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini mengajarkan bahwa nilai qurban bukan pada hewan atau jumlahnya, melainkan ketaqwaan. Maka, bulan Dzulqa’dah adalah saat tepat untuk mengevaluasi diri: apakah kita berqurban karena ingin riya’, karena gengsi, atau karena benar-benar mencari ridha Allah?
Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Tirmidzi yang mana berbunyi:
"مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ"
Artinya: "Tidak ada amal anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah daripada menumpahkan darah (hewan qurban)." (HR. Tirmidzi, hasan gharib)
Hadits ini menekankan keutamaan besar ibadah qurban, yang tentu harus disertai dengan niat yang benar dan hati yang ikhlas. Maka, persiapannya tidak hanya finansial, tetapi juga hati dan akhlak.
BACA JUGA:Berpikir Positif dan Husnudzon di Bulan yang Disucikan
Persiapan Praktis Menyambut Qurban
Mengokohkan Niat dan Keikhlasan
Muhasabah diri adalah langkah awal. Apakah qurban tahun ini diniatkan karena Allah? Apakah kita siap berkorban untuk meraih ridha-Nya?
Menabung dan Mengatur Keuangan
Dzulqa’dah bisa menjadi waktu untuk memulai menabung, terutama bagi yang belum cukup dana untuk membeli hewan qurban. Islam mengajarkan kemudahan, termasuk patungan qurban untuk sapi.