3. Menghindari Utang yang Tidak Perlu
Utang dalam Islam diperbolehkan, namun sangat tidak dianjurkan bila tidak benar-benar mendesak. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ
Artinya: "Sesungguhnya seseorang, jika ia berutang, maka ketika ia berbicara ia akan berdusta, dan jika ia berjanji ia akan mengingkari." (HR. Bukhari dan Muslim)
Utang, jika tidak dikelola dengan baik, bisa merusak integritas dan keharmonisan keluarga. Karena itu, keluarga Muslim perlu menanamkan budaya hidup sederhana dan menghindari gaya hidup konsumtif.
4. Menunaikan Zakat dan Sedekah
Zakat bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga mekanisme spiritual untuk membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-taubah ayat 103 yang mana berbunyi:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا
Artinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103)
Selain zakat, keluarga juga dianjurkan memperbanyak sedekah. Sedekah tidak mengurangi harta, justru mendatangkan keberkahan. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Muslim yang mana berbunyi:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَال
Artinya: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim)
Dengan membiasakan keluarga untuk bersedekah, kita mengajarkan nilai kepedulian dan memperluas manfaat harta kita kepada sesama.
5. Bersikap Qana'ah dan Tidak Boros
Qana'ah (merasa cukup) adalah kunci ketenangan dalam rumah tangga. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Isro ayat 26-27 yang mana berbunyi:
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ