Artinya: "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-Isra’: 26-27)
Keluarga yang menahan diri dari pemborosan akan lebih mampu mengalokasikan dana untuk hal-hal penting seperti pendidikan anak, tabungan darurat, dan amal jariyah.
BACA JUGA:Menjaga Amanah dan Janji di Bulan yang Diharamkan untuk Khianat
Langkah-Langkah Praktis Menata Ulang Keuangan Keluarga
1. Evaluasi Sumber Pemasukan
Pastikan seluruh pemasukan keluarga berasal dari sumber yang halal. Jika ada keraguan, lebih baik ditinggalkan untuk menjaga keberkahan.
2. Buat Anggaran Bulanan
Catat seluruh kebutuhan pokok dan prioritaskan pengeluaran yang penting seperti kebutuhan rumah, pendidikan anak, dan kesehatan.
3. Sediakan Dana Darurat dan Tabungan
Sisihkan sebagian dari penghasilan untuk dana tak terduga dan tabungan masa depan.
4. Bayar Kewajiban Agama
Pastikan zakat ditunaikan dengan benar. Selain itu, ajak keluarga aktif dalam program sedekah dan wakaf.
5. Libatkan Semua Anggota Keluarga
Ajarkan anak-anak tentang pentingnya menabung, bersedekah, dan hidup sederhana sejak dini.
BACA JUGA:Mencintai Masjid Dan Sholat Berjamaah Di Bulan Suci Dzulqa'dah
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa menata ulang keuangan keluarga dengan prinsip syariah bukan hanya soal teknis ekonomi, tetapi juga bagian dari ibadah dan ketundukan kita kepada aturan Allah SWT. Dalam setiap rupiah yang kita keluarkan, ada pertanggungjawaban yang kelak akan kita hadapi. Maka, keluarga Muslim harus menjadikan prinsip syariah sebagai dasar dalam mengelola keuangan agar kehidupan rumah tangga berjalan penuh keberkahan, ketenangan, dan terhindar dari kemudaratan.