Kisah Pengampunan Allah: Seorang Pembunuh 100 Jiwa
Dalam sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah SAW bersabda tentang seseorang yang membunuh 99 orang, lalu ingin bertaubat. Ia bertanya kepada seorang alim dan diberi nasihat untuk hijrah ke tempat yang baik. Di tengah perjalanan menuju tempat taubat itu, ia meninggal. Allah kemudian memerintahkan malaikat rahmat untuk mengambil ruhnya, karena niat taubatnya yang tulus, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ، فَكَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Artinya: "Maka malaikat rahmat pun mengambil nyawanya, dan ia pun termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa meski seseorang bergelimang dosa, selama ia memiliki niat yang tulus untuk bertaubat dan memperbaiki diri, Allah tidak akan menolaknya.
BACA JUGA:Hikmah dari Diam: Menghindari Perkataan Sia-sia di Bulan Dzulqa’dah
Taubat Syaratnya dan Buahnya
Para ulama menjelaskan bahwa taubat harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
Menyesali perbuatan dosa.
Meninggalkan dosa tersebut.
Bertekad tidak mengulanginya lagi.
Jika berkaitan dengan hak orang lain, maka dikembalikan atau minta maaf.
Taubat yang memenuhi syarat akan berbuah manis. Allah tidak hanya mengampuni dosa, tetapi juga menggantinya dengan kebaikan.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqon ayat 70 yang mana berbunyi:
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَـٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمً
Artinya: "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al-Furqan: 70)