4. Doa Memohon Haji yang Mabrur
Karena Dzulqa’dah adalah bulan awal keberangkatan jamaah haji, doa ini sangat relevan:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي مَبْرُورًا، وَذَنْبِي مَغْفُورًا، وَسَعْيِي مَشْكُورًا، وَتِجَارَتِي لَنْ تَبُورَ
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku mabrur, dosaku diampuni, sa’iku diterima, dan usahaku tidak merugi.”
Meskipun bukan jamaah haji, kita tetap dianjurkan untuk mendoakan saudara-saudara kita yang berhaji dan berharap bisa berangkat di tahun-tahun mendatang.
5. Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Diri dan Setan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan setan dan kesyirikannya.” (HR. Abu Dawud)
Bulan haram termasuk waktu yang dijaga dari perbuatan buruk, dan doa ini penting agar kita terhindar dari bisikan setan dan hawa nafsu.
BACA JUGA:Menjaga Wudhu dan Kesucian Diri di Bulan Dzulqa’dah
Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdoa
Agar doa-doa yang diamalkan di bulan Dzulqa’dah lebih besar kemungkinan dikabulkan, hendaknya dilakukan pada waktu-waktu mustajab seperti:
Sepertiga malam terakhir, Setelah Shalat wajib, Saat sujud dalam Shalat, Hari Jumat dan waktu menjelang maghrib, Saat turun hujan dan Ketika sedang berpuasa, khususnya menjelang berbuka
Bulan Dzulqa’dah adalah momentum istimewa untuk memperbanyak doa dan introspeksi. Melalui doa, seorang hamba menunjukkan kerendahan hati dan kebergantungan total kepada Rabb-nya. Tidak ada waktu yang sia-sia bagi seorang mukmin yang menjadikan lisannya basah dengan doa dan zikir.
Dengan memanfaatkan bulan yang mulia ini, kita berharap Allah SWT mengangkat derajat kita, menghapuskan dosa-dosa kita, dan mencatat kita sebagai hamba-hamba yang dikabulkan doanya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberi taufik untuk berdoa dengan tulus, istiqamah, dan penuh harapan. (djl)