Makna Mendalam dari “Bulan Damai”: Refleksi Dzulqa’dah

Sabtu 03-05-2025,14:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Hadits ini menegaskan pentingnya menghormati waktu-waktu yang dimuliakan, sebagai bentuk ketaatan terhadap tatanan Ilahi.

BACA JUGA:Inilah Amalan-amalan Sederhana Namun Bernilai Besar di Bulan Dzulqa’dah

Refleksi Diri di Bulan Dzulqa’dah

1. Meningkatkan Kesadaran Diri

Dzulqa’dah merupakan masa jeda spiritual untuk menengok kembali perjalanan hidup. Apakah kita telah berbuat adil kepada diri sendiri dan orang lain? Apakah lisan kita telah menjaga kedamaian? Apakah hati kita telah bersih dari dengki, dendam, dan prasangka?

Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 36 yang mana berbunyi: 

فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Artinya: “Maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Larangan ini menunjukkan pentingnya menjaga hati, pikiran, dan tindakan dari segala bentuk kezhaliman, termasuk pada diri sendiri.

2. Menghidupkan Nilai Toleransi dan Persaudaraan

Dzulqa’dah mengingatkan kita untuk menjadi agen kedamaian. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi: 

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِن لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Artinya: “Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedamaian dalam masyarakat Islam dimulai dari saling menjaga. Tidak menyebar kebencian, tidak memperkeruh suasana, dan tidak membuat orang lain resah. 

3. Mempersiapkan Diri Menyambut Dzulhijjah

Dzulqa’dah adalah bulan yang mengantar ke bulan penuh ibadah: Dzulhijjah. Maka sebaiknya kita memperbanyak amal saleh di bulan ini. Beristighfar, bersedekah, menjaga salat berjamaah, dan memperdalam ilmu agama.

Kategori :